Jakarta (ANTARA) - Pacific Caesar Surabaya menjadikan sektor pertahanan atau defensif sebagai bahan evaluasi utama setelah menelan kekalahan 83-101 melawan Rans Simba Bogor dalam Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di GOR Gymnasium Sekolah Vokasi IPB, Bogor, Rabu malam.
Asisten Pelatih Pacific Caesar Surabaya Andi Prasetyo menilai timnya masih memiliki persoalan mendasar dalam menjaga area pertahanan, khususnya di paint area yang kerap dimanfaatkan lawan untuk mencetak angka dengan mudah di sepanjang pertandingan.
"Jadi itu (perbaikan pertahanan) akan jadi konsentrasi kami dalam melanjutkan sisa laga ke depan," kata dia seusai pertandingan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tekanan dalam pertandingan merupakan hal yang biasa di level kompetisi profesional.
Namun, tim masih membutuhkan sosok yang mampu mengontrol jalannya permainan agar organisasi pertahanan tetap terjaga saat tempo pertandingan berubah.
Baca juga: Pelatih: Bangkit di paruh kedua kunci kemenangan Rans Simba Bogor
Sementara itu, pemain Pacific Caesar Surabaya Christian Yudha menambahkan ketika tempo permainan menurun, tim berusaha menguatkan pertahanan terlebih dahulu guna membuka peluang dalam transisi menyerang.
"Selain masalah teknis bertahan, perbaikan mental juga menjadi evaluasi kami para pemain," ujar power forward itu.
Hasil laga itu memperpanjang derita Laskar Kenjeran. Hingga pekan keenam IBL 2026, mereka belum mampu meraih kemenangan perdana alias mencatatkan rekor laga 0-9 (menang-kalah).
Sedangkan Rans Simba Bogor memperpanjang tren positif menjadi 3-5.
Baca juga: Rans Simba perpanjang derita Pacific Caesar pada pekan keenam IBL 2026
Baca juga: Wenas versus Disi, duel guard lokal warnai laga Kesatria kontra Dewa
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































