DBH dipangkas, tapi Pramono tetap upayakan LPDP khusus DKI terwujud

4 days ago 5

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tetap akan berupaya mewujudkan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus Jakarta meski dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat dipangkas.

“Jadi untuk LPDP Jakarta, sebenarnya kemarin kalau tidak ada pemotongan DBH sampai Rp15 triliun pasti sudah kita jalankan. Sekarang kami sudah mempersiapkan untuk itu,” ujar Pramono di Balai Kota, Kamis.

Pramono mengaku betul-betul berkeinginan agar anak-anak Jakarta yang berprestasi di sekolah bisa mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri melalui program LPDP yang dipersiapkan oleh pemerintah DKI Jakarta.

Untuk itu, Pramono tetap akan mewujudkan rencana tersebut meski Jakarta mengalami pemotongan DBH hingga Rp15 triliun. "Saya akan wujudkan,” tegas Pramono.

Sebelumnya, Pramono berharap program beasiswa tersebut bisa berjalan pada tahun 2026. Ia bahkan ingin memberikan program tersebut kepada 100 mahasiswa Jakarta yang berprestasi.

Pramono meyakini program ini bisa menjadi modal yang baik bagi anak-anak Jakarta khususnya bagi yang kurang beruntung untuk memiliki kesempatan berkuliah di luar negeri.

Nantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memfokuskan program tersebut untuk anak-anak yang kurang beruntung dan merupakan warga Jakarta.

“Saya ingin diberikan bagi yang tidak beruntung. Maka (program) ini juga akan selain memotong garis ketidakberuntungan, mempersiapkan SDM yang lebih baik. Kemudian juga membuka wawasan bagi anak-anak,” katanya.

Baca juga: DBH dipotong Rp15 triliun, layanan dasar warga DKI tak boleh berubah

Baca juga: DPRD DKI Jakarta sahkan APBD 2026 sebesar Rp81,3 Triliun

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |