Aceh Tengah (ANTARA) - Setelah mendapatkan bantuan suplai air irigasi, petani kopi di Kabupaten Aceh Tengah sebagian mulai kembali beraktivitas ke kebun.
Salah satunya Karyadi, petani dengan kebun yang terletak di Kampung Kalasegi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah yang kembali beraktivitas normal dan memetik biji kopi yang sudah siap panen.
Baca juga: Pebisnis kopi Aceh Tengah sudah melakukan ekspor ke 15 negara
"Sehari-hari sudah berkebun. Alhamdulillah dapat bantuan saluran air ini kan," ujar penyintas bencana Sumatera yang berprofesi sebagai petani kopi, Karyadi di Aceh Tengah, Rabu.
Karyadi mengatakan bahwa sebelumnya sempat berada di posko pengungsian pasca-bencana selama kurang lebih tiga bulan.
Menjelang Ramadhan, Karyadi memutuskan untuk kembali pulang meski rumahnya tertimbun endapan lumpur setinggi satu meter.
"Ada satu meter lebih ini lumpur, habis itu dikeruk dengan ekskavator, karena memperoleh bantuan kemarin," kata Karyadi.
Beruntung kebun kopi milik Karyadi tak terdampak banjir ataupun longsor. Selain itu, akses jalan menuju kesana masih bisa diakses meskipun saluran irigasinya sempat terputus.
Dalam data Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, sebanyak 14 kecamatan dan 295 kampung di Kabupaten Aceh Tengah terdampak bencana.
Baca juga: Petani kopi atasi dampak perubahan iklim dengan pola tanam organik
Baca juga: Kemendes dorong petani kopi Aceh Tengah untuk hilirisasi produk
Akibat banjir Sumatera tercatat lahan kopi rusak seluas 12.638 hektare. Lalu, seluas 4.100 hektare lahan cabai, 2.787 hektare sawah, serta 38 hektare area perikanan juga terdampak bencana banjir.
Di sektor infrastruktur tercatat ada 306 ruas jalan, 179 titik jembatan dan 130 jaringan irigasi mengalami kerusakan.
Saat ini di Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, masih terdapat sejumlah warga yang mendiami dua posko pengungsian, karena rumahnya tersapu banjir.
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































