China perketat aturan daur ulang baterai lithium kendaraan listrik

7 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah China melalui Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi bersama All-China Federation of Supply and Marketing Cooperatives dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru untuk menstandarkan daur ulang baterai lithium-ion.

Dilaporkan Carnewschina pada Minggu waktu setempat, kebijakan ini memperluas regulasi yang kini semakin diterapkan di seluruh siklus hidup baterai kendaraan listrik.

Kebijakan tersebut menguraikan langkah-langkah untuk memperluas infrastruktur pengumpulan, memperkuat perusahaan daur ulang utama, serta memperkenalkan sistem pemantauan digital.

Baca juga: 75 persen baterai EV bekas China didaur ulang bengkel ilegal

Kebijakan ini memiliki kesamaan struktural dengan regulasi baterai kendaraan listrik yang baru-baru ini dikembangkan di China.

Secara spesifik, otoritas mendorong produsen sepeda listrik dan baterai lithium untuk bekerja sama dengan perusahaan daur ulang dalam membangun jaringan pengumpulan dan penyimpanan sementara.

Model yang melibatkan produsen ini mencerminkan tren lebih luas di sektor kendaraan listrik China, di mana produsen mobil dan pemasok baterai diwajibkan berpartisipasi dalam pengelolaan baterai di akhir masa pakai, termasuk membangun saluran layanan daur ulang.

Baca juga: China terapkan aturan ketat daur ulang baterai kendaraan listrik

Selain itu, kebijakan ini juga menyoroti peran perusahaan daur ulang besar dan mendorong China Recycling Group untuk meningkatkan kapasitas daur ulang baterai lithium serta menerapkan model yang fleksibel sesuai wilayah.

Diketahui, fokus pada pemain besar sejalan dengan tren peningkatan kapasitas daur ulang terpusat di industri kendaraan listrik di China, di mana pemulihan material dan proses pengolahan semakin terkonsentrasi pada perusahaan besar.

Pemerintah juga mendorong penggunaan platform digital untuk mencatat asal, jumlah, dan tujuan baterai pada setiap tahap daur ulang.

Baca juga: Pasar daur ulang baterai di China diproyeksi tembus Rp2 kuadriliun

Sebelumnya, otoritas China telah meluncurkan platform nasional pelacakan baterai yang mewajibkan pelaku industri mengunggah data dari tahap produksi, penggunaan, hingga daur ulang.

Sistem ini memberikan identitas digital unik untuk setiap baterai dan memungkinkan pelacakan penuh sepanjang siklus hidup melalui struktur data terpusat.

Platform ini berlaku bagi produsen baterai, produsen kendaraan energi baru, perusahaan perawatan, serta perusahaan daur ulang, sehingga membentuk sistem manajemen tertutup untuk pengawasan baterai.

Baca juga: Riset AS dan China soroti penuaan dan regenerasi baterai EV bekas

Kebijakan daur ulang terbaru ini menambahkan lapisan infrastruktur fisik ke dalam sistem tersebut dengan memperluas jaringan pengumpulan dan menstandarkan saluran daur ulang.

Pemerintah daerah diminta menerapkan pedoman teknis yang seragam serta mengembangkan model daur ulang yang dapat diperluas, sementara otoritas pusat akan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan sistem.

Kerangka ini menekankan koordinasi antara regulator dan pelaku rantai pasok, mencerminkan pendekatan regulasi yang lebih luas di sektor kendaraan listrik China.

Baca juga: Pemerintah dinilai perlu susun regulasi "paspor" baterai EV

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |