China gagal luncurkan roket Tianlong-3 yang disebut jadi rival SpaceX

4 weeks ago 9

Beijing (ANTARA) - Peluncuran perdana roket angkut berat China, Tianlong-3, yang disebut-sebut sebagai pesaing Falcon 9 milik SpaceX, berakhir dengan kegagalan, menurut laporan media China, Jumat.

Roket tersebut lepas landas dari Kosmodrom Jiuquan pada pukul 12.17 waktu setempat (04.17 GMT/11:17 WIB) pada 3 April, namun peluncuran mengalami masalah teknis di tengah penerbangan dan akhirnya dinyatakan gagal, lapor portal berita Cailian.

Roket pengangkut Tianlong-3 merupakan roket berbahan bakar cair pertama China yang dikembangkan oleh perusahaan swasta Space Pioneer, dengan kemampuan mengangkut muatan lebih dari 20 ton ke orbit rendah Bumi.

Kinerjanya disebut sebanding dengan Falcon 9 milik SpaceX, dan mampu menempatkan konstelasi hingga 36 satelit ke orbit dalam satu kali peluncuran.

Roket dua tahap ini memiliki panjang sekitar 233 kaki (sekitar 71 meter) dan lebar 12,4 kaki (sekitar 3,8 meter), dengan berat lepas landas 590 ton. Roket ini mampu membawa muatan 17 hingga 22 ton ke orbit rendah Bumi serta 10 hingga 17 ton ke orbit sinkron Matahari, menurut laporan tersebut.

Tahap pertama roket dilengkapi sembilan mesin berbahan bakar cair Tianhuo-12 dan dapat digunakan kembali hingga 10 kali.

Roket Falcon 9 milik pengusaha miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk saat ini menjadi kendaraan peluncur yang dapat digunakan kembali, dan menjadi yang paling banyak digunakan saat ini

Perusahaan AS Blue Origin juga telah berhasil memulihkan tahap pertama roketnya.

Selain itu, sejumlah perusahaan China lainnya juga telah berhasil menguji teknologi pendaratan tahap pertama roket.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: China akan luncurkan roket peluncur Tianlong-3 pada 2 April

Baca juga: Roket Starship milik SpaceX Elon Musk meledak lagi jelang uji coba

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |