Munich (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Jumat di sela-sela Konferensi Keamanan Munich dan kedua pihak sepakat untuk memperkuat dialog serta kerja sama di berbagai bidang.
Kedua pihak juga sepakat mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-AS yang stabil.
Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump telah memberikan arahan strategis bagi perkembangan hubungan China-AS.
Dia menyebut bahwa kedua pihak harus bersama-sama melaksanakan konsensus penting yang telah dicapai oleh kedua kepala negara tersebut dan menjadikan 2026 sebagai momentum untuk mendorong hubungan China-AS menuju sikap saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta kerja sama yang saling menguntungkan.
Dialog lebih baik daripada konfrontasi, kerja sama lebih baik daripada konflik, dan hasil yang saling menguntungkan (win-win) lebih baik daripada permainan kalah-menang (zero-sum), ujar Wang Yi.
Wang mengatakan bahwa selama kedua pihak menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, mereka akan mampu menemukan cara untuk menjawab kekhawatiran masing-masing dan mengelola perbedaan secara tepat.
Dia mendesak kedua pihak untuk melakukan berbagai upaya bersama guna terus memperluas daftar kerja sama dan mengurangi daftar permasalahan, sehingga dapat mengarahkan hubungan China-AS ke jalur perkembangan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan, serta mengirimkan lebih banyak sinyal positif kepada dunia.
Kedua belah pihak sepakat bahwa pertemuan tersebut bersifat positif dan konstruktif. Mereka sepakat untuk bersama-sama melaksanakan kesepakatan penting yang telah dicapai oleh kedua kepala negara, memanfaatkan sepenuhnya peran koordinasi saluran politik dan diplomatik, mendukung interaksi tingkat tinggi antara kedua negara, memperkuat dialog dan kerja sama di berbagai bidang, serta mendorong perkembangan yang stabil dalam hubungan bilateral.
Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































