Campak bisa timbulkan komplikasi pada individu rentan

1 month ago 11

Jakarta (ANTARA) - Penyakit campak umumnya dapat sembuh sendiri pada individu dengan kekebalan tubuh baik, tetapi bisa menimbulkan komplikasi pada individu yang tergolong rentan menurut dokter spesialis penyakit dalam.

"Kalau daya tahan tubuh baik, umumnya pasien bisa sembuh tanpa komplikasi,” kata Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, FINASIM di Jakarta, Selasa, dalam acara PAPDI Forum dan konferensi pers bertajuk "Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi."

Namun, dia melanjutkan, virus penyebab penyakit campak bisa menyebar ke berbagai organ tubuh dan memicu komplikasi pada individu yang kekebalan tubuhnya sedang menurun.

Kelompok rentan yang berisiko mengalami komplikasi akibat campak, menurut dia, mencakup individu dengan malnutrisi, orang dengan gangguan sistem imun seperti HIV/AIDS, penderita kanker yang menjalani kemoterapi, serta ibu hamil.

Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu mengatakan, komplikasi yang dapat muncul akibat campak antara lain pneumonia, infeksi otak, gangguan mata seperti keratitis, dan infeksi telinga.

Meskipun tidak bersifat teratogenik seperti rubella, ia menjelaskan, infeksi campak bisa berdampak buruk pada kesehatan ibu hamil, menyebabkan penurunan sementara sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi sekunder.

Dia menyampaikan bahwa komplikasi berat yang bisa menyebabkan kematian tergolong jarang terjadi, angka kejadiannya sekitar satu per seribu kasus infeksi campak, tetapi tetap perlu diwaspadai.

Baca juga: Kenali gejala-gejala penyakit campak

Baca juga: Campak menular lewat udara dan droplet, gejala awal kerap tak disadari

Dokter Adityo mengatakan bahwa tidak ada antivirus spesifik yang dapat digunakan untuk mengatasi campak, karena itu terapi pasien campak difokuskan pada penanganan gejala dan pemberian dukungan.

"Yang penting adalah terapi suportif, memastikan cairan cukup, nutrisi terpenuhi, dan pemantauan kondisi pasien," katanya.

Ia menambahkan, pemberian vitamin A dapat membantu menjaga kondisi mukosa dan mempercepat pemulihan pasien campak.

Dokter Adityo menekankan bahwa vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah infeksi dan menekan risiko komplikasi akibat campak.

"Vaksinasi ini penting untuk membentuk daya tahan tubuh sebelum terinfeksi," katanya.​​​​​​​

PAPDI menekankan pentingnya peningkatan cakupan vaksinasi, termasuk pada kelompok yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, dalam upaya pengendalian penularan penyakit campak.

Baca juga: Pemerintah akan melaksanakan imunisasi campak pada tenaga kesehatan

Baca juga: Kemenkes keluarkan surat edaran perihal kewaspadaan terhadap campak

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |