Camilan sehat RI raup transaksi Rp178,25 juta di pasar Dubai

2 weeks ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Dubai melaporkan dua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berhasil merealisasikan ekspor perdana produk camilan sehat ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) senilai 10.588 dolar AS atau sekitar Rp178,25 juta.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, realisasi ekspor ini merupakan hasil dari proses penjajakan bisnis (business matching) dan keikutsertaan dalam pameran dagang internasional yang difasilitasi oleh Kemendag.

Menurut Kepala ITPC Dubai Widy Haryono, keberhasilan ini membuktikan strategi promosi ke UEA tepat sasaran. Untuk menjaring lebih banyak buyer dan memperluas jangkauan ekspor UMKM, Kemendag dan ITPC Dubai terus mengintensifkan program business matching serta memfasilitasi UMKM untuk berpartisipasi dalam berbagai pameran strategis di UEA.

"Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, tetapi juga memastikan adanya tindak lanjut konkret hingga menghasilkan transaksi dan kontrak dagang yang berkelanjutan," ujar Widy.

Ia menyebut pelaku UMKM yang berhasil melakukan ekspor ke Dubai adalah CV Cahaya Sinar Terang asal Yogyakarta yang mendapat transaksi sebesar 5.888 dolar AS atau Rp99,13 juta, serta Hundred Seed asal Bali dengan nilai transaksi 4.700 dolar AS atau sekitar Rp79,12 juta. Adapun produk yang diekspor antara lain granola, sereal renyah, dan kue kering.

Widy menekankan pentingnya eksportir memenuhi kesiapan mutu, kepatuhan terhadap regulasi internasional, serta kriteria kemasan dan pelabelan yang sesuai ketentuan pasar negara tujuan. Pemenuhan aspek teknis tersebut merupakan modal utama menembus pasar UEA.

Kemendag dan ITPC Dubai berkomitmen memfasilitasi pembukaan akses pasar secara luas, tidak terbatas pada produk makanan olahan sehat, tetapi juga berbagai produk potensial lainnya, khususnya skala UMKM.

"Permintaan terhadap produk pangan olahan sehat terus meningkat di pasar UEA. Kami akan terus memfasilitasi pelaku usaha produk olahan makanan dan berbagai produk unggulan lainnya untuk memperluas penetrasi pasar di kawasan Timur Tengah," kata Widy.

Pada 2025, total perdagangan Indonesia-UEA mencapai 6,44 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia tercatat sebesar 4,03 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari UEA sebesar 2,41 miliar dolar AS. Indonesia surplus 1,62 miliar dolar AS.

Sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap kinerja tersebut, antara lain, mutiara, lemak dan minyak hewani, kendaraan, mesin dan perlengkapan listrik, serta besi dan baja.

Sedangkan pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan UEA sebesar 5,07 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke UEA mencapai 3,07 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari UEA mencapai 2,00 miliar dolar AS. Indonesia surplus terhadap UEA sebesar 1,06 miliar dolar AS.

Baca juga: Kemendag sebut makanan ringan RI catat transaksi Rp36 miliar di Dubai

Baca juga: Produk furnitur Indonesia catat transaksi Rp3,7 miliar di Dubai

Baca juga: Kemendag: Perdagangan RI-Dubai bisa tembus 10 miliar dolar AS

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |