Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif listrik asal China, BYD dikabarkan mulai mendistribusikan fasilitas pengisian daya ultra-cepat berkapasitas 1.360 kW dengan sistem pendingin cairan (liquid-cooled flash charger) secara besar-besaran.
Dilaporkan CarNewsChina pada Selasa (24/2) waktu setempat, teknologi yang disebut sebagai Megawatt Flash Charging Pile itu dirancang untuk memangkas waktu pengisian kendaraan listrik hingga mendekati durasi pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
Secara desain, perangkat pengisian daya tersebut memiliki bentuk menyerupai huruf “T” dengan warna biru mencolok.
Pada bagian atasnya terpasang dua kabel pengisian yang menggantung di kedua sisi.
Sistem katrol pada kabel diklaim membantu mengurangi beban saat digunakan sekaligus mencegah kabel menyentuh tanah, sehingga lebih ergonomis dibanding pengisi daya cepat pada umumnya.
Menurut keterangan resmi perusahaan, fasilitas tersebut merupakan terminal pengisian penuh dengan sistem pendingin cairan pertama di dunia yang diproduksi massal untuk kendaraan penumpang. Perangkat ini mengusung spesifikasi tegangan 1.000 volt, arus 1.000 ampere, serta daya 1.000 kW, dengan kemampuan keluaran puncak mencapai 1.360 kW.
Baca juga: BYD akan meluncurkan pengisi daya cepat berkapasitas 15.000 megawatt
Dengan kapasitas tersebut, pengisian daya disebut mampu menambah jarak tempuh sekitar 400 kilometer dalam waktu lima menit, atau setara dengan tambahan sekitar dua kilometer per detik dalam kondisi ideal.
Untuk menjaga stabilitas performa pada arus tinggi, kabel dan unit terminal dilengkapi sistem pendingin cairan.
Teknologi ini juga mendukung skema pengisian “dual-gun”, yang memungkinkan satu atau dua kabel digunakan secara terpisah maupun bersamaan guna meningkatkan daya keluaran.
Selain itu, sistem ini dilengkapi fitur “peak shaving and valley filling”, yakni mekanisme penyimpanan energi saat beban listrik rendah dan pelepasan kembali saat beban puncak.
Fitur tersebut ditujukan untuk menjaga kestabilan suplai daya hingga level megawatt sekaligus mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik.
Meski demikian, laporan tersebut mencatat bahwa pembangunan infrastruktur pengisian berdaya sangat tinggi memerlukan investasi besar.
Hingga saat ini, jumlah fasilitas pengisian publik berkapasitas megawatt yang dibangun perusahaan di China masih terbatas.
Ketersediaan infrastruktur juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik yang mendukung teknologi pengisian megawatt di masa mendatang.
Baca juga: Hyundai dan Kia uji robot pengisi daya EV berbasis AI di bandara
Baca juga: AS sediakan dana besar untuk pemasangan pengisi daya kendaraan listrik
Baca juga: China bakal genjot investasi fasilitas pengisian daya NEV di pedesaan
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































