Bulog ekspor beras haji 2.280 ton ke Arab Saudi mulai 28 Februari 2026

2 weeks ago 12
Dari Bulog, pengiriman hanya sampai Pelabuhan Jeddah. Selanjutnya distribusi ke dapur-dapur haji di Arab Saudi menjadi tanggung jawab importir

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog akan mengekspor beras untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton dalam dua gelombang mulai 28 Februari 2026 sebagai ekspor perdana beras haji nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pengiriman tahap pertama dijadwalkan pada 28 Februari 2026 dan tahap kedua pada 4 Maret 2026, sesuai keputusan rapat koordinasi terbatas lintas kementerian.

“Total dukungan beras haji yang disetujui sebanyak 2.280 ton. Gelombang pertama 28 Februari dan gelombang kedua 4 Maret,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.

Ia menyebut nilai ekspor beras haji tersebut diperkirakan sekitar Rp150 miliar, dengan pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.

“Dari Bulog, pengiriman hanya sampai Pelabuhan Jeddah. Selanjutnya distribusi ke dapur-dapur haji di Arab Saudi menjadi tanggung jawab importir,” ujarnya.

Menurut Ahmad, pengiriman dibagi dalam dua gelombang untuk menjaga keamanan logistik dan memastikan ketersediaan cadangan apabila terjadi kendala selama pelayaran.

Ia menyebut estimasi waktu tempuh pelayaran dari Indonesia ke Arab Saudi berkisar paling cepat satu bulan satu minggu dan paling lama satu bulan setengah, berdasarkan koordinasi dengan perusahaan pelayaran.

Ahmad menambahkan, beras yang dikirim merupakan beras premium sesuai permintaan mitra di Arab Saudi, dengan spesifikasi tingkat pecahan maksimal 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen.

“Ini beras premium untuk jamaah haji Indonesia. Selama ini jamaah kita mengonsumsi beras impor dari negara lain, dan tahun ini kita buktikan Indonesia sudah mampu memasok sendiri,” tuturnya.

Pengiriman beras haji tersebut didukung koordinasi lintas kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pangan Nasional, serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Bulog memastikan ekspor perdana beras haji itu tidak mengganggu ketersediaan stok dalam negeri karena dilakukan dengan perencanaan pasokan dan cadangan yang telah disiapkan sebelumnya.

Baca juga: Pemerintah bidik pasar ritel Arab Saudi usai ekspor beras haji

Baca juga: Kemenhaj upayakan beras haji bisa dikirim ke Saudi sebelum Ramadhan

Baca juga: Bapanas pastikan kelancaran proses ekspor beras haji ke Arab Saudi

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |