Budiman: Kampung Nelayan dan Koperasi kunci entaskan kemiskinan

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyampaikan pentingnya penguatan kampung nelayan dan koperasi sebagai kunci membangun ekosistem ekonomi rakyat dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Hal itu disampaikannya, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, seusai melaporkan sejumlah program strategis kepada Presiden Prabowo Subianto, termasuk integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, industri perikanan untuk rakyat, serta program perumahan agar saling terhubung dalam satu ekosistem.

"Kami menyampaikan kepada Pak Prabowo Subianto supaya dari BP Taskin merangkaikan program-program strategis beliau dari MBG, Kampung Nelayan, program perumahan, kemudian program yang lain-lain itu supaya bisa menjadi satu ekosistem," katanya.

Budiman menjelaskan, Presiden menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak akan berkelanjutan tanpa penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat akar rumput.

Menurutnya, masyarakat yang telah keluar dari kemiskinan berpotensi kembali miskin jika lembaga seperti koperasi dan kampung nelayan tidak diperkuat.

"Arahan-arahan Pak Presiden adalah pengentasan kemiskinan nggak mungkin terjadi, orang terentaskan itu bisa jadi jatuh miskin kalau lembaga seperti Koperasi, Kampung Nelayan nggak diperkuat," katanya.

Karena itu, BP Taskin mendorong agar kampung nelayan dan koperasi memiliki fondasi finansial yang kuat serta mampu menggerakkan aktivitas produktif yang memberi manfaat langsung bagi anggotanya.

Dalam pertemuan terbatas yang juga dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, BP Taskin menyampaikan sejumlah usulan untuk memperkuat sektor tersebut.

Budiman mengatakan Presiden telah menerima laporan dan akan memberikan arahan lanjutan terkait langkah konkret penguatan kampung nelayan dan koperasi sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan.

"Kami menyampaikan beberapa usulan dan diskusi dengan Bapak Presiden, Bapak Presiden akan memberikan arahan lebih lanjut. Kita tunggu saja arahan dari beliau," ujarnya.

Pewarta: Andi Firdaus, Fathur Rochman
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |