BRI catat transaksi lewat "super apps" tembus Rp7.057 T sepanjang 2025

3 hours ago 3
BRImo telah digunakan oleh 45,9 juta user hingga akhir 2025. Jumlah ini meningkat sekitar 18,9 persen yoy

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) mencatat transaksi yang diproses melalui super apps BRImo sepanjang 2025 mencapai Rp7.057 triliun atau meningkat 26,1 persen (year on year/yoy) dibandingkan tahun 2024.

Pada periode yang sama, BRImo juga telah melayani 5,60 miliar transaksi atau tumbuh 29 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut perseroan, capaian ini menegaskan peran BRImo sebagai salah satu kanal utama transaksi ritel BRI yang terus berkembang.

“BRImo menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital BRI. Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi yang semakin andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen,” kata Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dari sisi basis pengguna (user), BRImo telah digunakan oleh 45,9 juta user hingga akhir 2025. Jumlah ini meningkat sekitar 18,9 persen yoy.

Perseroan menyampaikan, hal ini mencerminkan semakin luasnya adopsi layanan digital BRI oleh masyarakat dalam mendukung aktivitas transaksi keuangan sehari-hari.

Baca juga: BRI: Realisasi KUR pada 2025 capai Rp178,08 T untuk 3,8 juta debitur

Baca juga: BRI: Penyaluran KPR subsidi pada 2025 capai Rp16,16 triliun

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, aktivitas transaksi melalui BRImo juga terus menunjukkan peningkatan.

Saladin menjelaskan penguatan kinerja BRImo merupakan hasil dari strategi BRI dalam memperkuat infrastruktur teknologi informasi serta mengoptimalkan mesin transaksi secara terintegrasi.

BRI secara konsisten membangun kapabilitas digital yang terhubung dengan seluruh ekosistem layanan, mulai dari jaringan ATM dan CRM, mesin EDC merchant, QRIS BRI, hingga BRILink Agen yang tersebar luas di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital yang dijalankan BRI tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan keandalan sistem.

Melalui penguatan arsitektur teknologi, modernisasi infrastruktur, serta pengelolaan sistem yang berkelanjutan, BRI memastikan layanan digital tetap stabil, aman dan mampu mengakomodasi pertumbuhan transaksi yang terus meningkat.

Peningkatan kinerja BRImo tersebut, catat perseroan, juga turut memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis BRI secara berkelanjutan.

Aktivitas transaksi digital yang terus tumbuh berkontribusi terhadap penguatan struktur pendanaan, khususnya dana murah, yang menjadi fondasi penting bagi fungsi intermediasi perbankan.

Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, BRI memiliki ruang yang lebih optimal untuk memperluas penyaluran pembiayaan ke sektor produktif dan ekonomi kerakyatan.

Selain memperkuat fungsi transaksi, BRImo juga terus dikembangkan sebagai pusat layanan finansial terintegrasi.

Penguatan fitur dan sistem dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan aplikasi mampu menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis, sekaligus menjaga aspek keamanan dan keandalan layanan digital.

Baca juga: BRI: Penyaluran KPR subsidi pada 2025 capai Rp16,16 triliun

Baca juga: BRI: Platform pelatihan LinkUMKM jangkau 14,98 juta pengusaha di 2025

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |