BPS DKI sebut daging ayam ras selalu beri andil inflasi saat Ramadhan

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebutkan daging ayam ras menjadi komoditas pangan yang hampir selalu memberikan andil inflasi tinggi pada Jakarta saat Ramadhan hingga menjelang Lebaran dalam lima tahun terakhir sehingga perlu menjadi perhatian.

"Harus menjadi perhatian atau perlu menjadi perhatian agar tidak kembali melonjak pada momen Lebaran di bulan depan. Yang selalu favorit karena permintaan banyak bulan Ramadhan adalah daging ayam ras. Hanya di tahun 2024 saja daging ayam ras tidak memberikan kenaikan harga," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan pada bulan yang bertepatan dengan Ramadhan dan Idul Fitri, umumnya selalu terjadi lonjakan inflasi musiman karena meningkatnya permintaan sejumlah barang dan jasa, dan rata-rata peningkatan ini dialami komoditas pangan.

Pada 2021, kata dia, beberapa komoditas yang selalu memberikan andil inflasi tinggi saat Ramadhan dan menjelang Lebaran (Mei 2021), yakni daging ayam ras, daging sapi, kelapa, dan udang basah dan bawang putih, yang semuanya merupakan subkelompok makanan.

Komoditas tak jauh berbeda juga menjadi penyumbang inflasi pada momen Ramadhan dan jelang Lebaran 2022, yakni pada April, yaitu daging ayam ras, minyak goreng, bayam, udang basah, dan bawang merah.

Baca juga: Jakarta alami inflasi 0,63 persen pada Februari 2026

Bergeser ke 2023, komoditas bahan makanan yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi (pada April 2023), yaitu daging ayam ras, telur ayam ras, tomat, ayam hidup, dan bayam.

Lalu, pada 2024, dengan momen Idul Fitri jatuh yang pada April, sejumlah komoditas, seperti bawang merah, bawang putih, tomat, kangkung, dan jagung tercatat memberikan andil tinggi pada inflasi bulan April.

Kemudian pada 2025, momen Idul Fitri jatuh pada bulan Maret 2025, komoditas yang tercatat memberikan andil inflasi, yakni bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih.

Kadarmanto mengatakan pada Februari 2026, terdapat beberapa komunitas bahan makanan atau bahan pangan yang harganya telah bergerak naik, dan memberikan andil inflasi yang cukup signifikan terhadap inflasi Februari.

Sejumlah komoditas pangan yang menyebabkan inflasi tinggi pada Februari 2026, yakni daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, bayam, dan cabai merah.

Pada Februari 2026, daging ayam ras mengalami inflasi sebesar 10,54 persen dengan andil terhadap inflasi Jakarta secara bulanan sebesar 0,13 persen. Komoditas ini menduduki peringkat kedua penyumbang utama inflasi Jakarta setelah emas perhiasan, dengan andil 0,21 persen.

Baca juga: Kepulauan Seribu bagikan bibit cabai ke warga untuk kendalikan inflasi

Baca juga: Ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen di tahun pertama Pramono-Rano

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |