Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendukung optimalisasi dan percepatan komersialisasi pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang (Cisem) tahap 2.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan pengoperasian pipa Cisem 2 ini mengintegrasikan jaringan transmisi gas bumi mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga tersambung pipa eksisting di Jawa Barat.
Menurut dia, peningkatan pemanfaatan gas bumi akan menekan konsumsi BBM dan LPG, terutama untuk kebutuhan industri dan sektor komersial lainnya, sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.
"BPH Migas segera menetapkan hak khusus kepada badan usaha yang ditunjuk sebagai operator jaringan pipa," ujarnya saat mendampingi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meresmikan pengaliran gas perdana (gas in) Cisem 2 ruas Batang-Kandang Haur di Stasiun Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).
Selanjutnya, BPH Migas secara regulasi akan melakukan penyiapan penetapan tarif (toll fee) yang kompetitif untuk usaha pengangkutan gas bumi.
Wamen Yuliot mengatakan proyek ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem energi nasional.
Jaringan pipa Cisem 2, lanjutnya, akan mampu meningkatkan keandalan transmisi gas sekaligus mendorong daya saing industri, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Adanya jaringan pipa transmisi yang terintegrasi ini akan lebih meningkatkan daya saing ekonomi kita secara keseluruhan. Kita juga merancang untuk peningkatan daya saing industri, terutama untuk kawasan ekonomi dan kawasan ekonomi khusus terutama di Batang," papar Yuliot saat peresmian tersebut.
Pipa gas sepanjang 242 kilometer ini dibangun selama 19 bulan sebagai bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
"Dari sisi potensi untuk gas, Alhamdulillah, kita sudah melaksanakan berbagai kegiatan eksplorasi, juga sumur-sumur produksi dan sebagian besar yang dihasilkan adalah gas. Dengan adanya sumber gas yang ada di kawasan timur Indonesia dan juga dari Andaman dan Natuna, kita integrasikan dalam satu sistem, sistem transmisi gas nasional," jelas Yuliot.
Integrasi sistem gas nasional tersebut akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan, hingga kawasan komersial.
Infrastruktur ini juga diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah yang dilalui jaringan pipa.
Baca juga: BPH Migas bersama DPR-Ditjen Migas pantau pipa gas Cirebon-Semarang
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyebut seluruh tahapan pengujian jaringan pipa telah dilalui, termasuk uji kebocoran yang menunjukkan hasil aman.
Infrastruktur pun siap menyalurkan gas ke konsumen.
"Saat ini sudah ada komitmen dari beberapa konsumen yang menyatakan minatnya untuk memanfaatkan gas yang dialirkan melalui ruas pipa Cisem ini seperti Kilang Balongan, Cikarang Listrindo Tbk, Pupuk Kujang, dan beberapa industri lain," ujarnya.
Turut hadir dalam peresmian Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati dan Fathul Nugroho, Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha, Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Plh Direktur BBM BPH Migas Nuryanti Wijayanti, dan Bupati Batang M Faiz Kurniawan.
Baca juga: BPH Migas pantau ketersediaan BBM kapal laut di Pelabuhan Merak
Baca juga: BPH Migas pantau distribusi BBM dan avtur jelang mudik Lebaran
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































