BPDP perkuat pengembangan UKMK sawit demi pacu perekonomian

2 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat pengembangan usaha kecil, mikro, dan koperasi (UKMK) berbasis sawit sebagai bagian dari strategi memperkuat citra positif industri sawit dan memacu perekonomian.

"Kami punya tanggung jawab bagaimana membangun narasi yang positif terhadap sawit. Salah satunya melalui penguatan UKMK," kata Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Helmi mengatakan penguatan UKMK menjadi salah satu jawaban atas berbagai kampanye negatif terhadap sawit, mulai dari isu banjir, hilangnya habitat orangutan, hingga tudingan eksploitasi pekerja anak.

Ia menjelaskan kampanye positif sawit tersebut dibiayai dari pungutan ekspor produk sawit yang rata-rata mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun per bulan.

"Dana itu dipungut dari ekspor, namun seluruhnya dikembalikan untuk program terkait sawit, seperti PSR (Peremajaan Sawit Rakyat), beasiswa, riset, serta pengembangan UKM atau UKMK," kata dia dalam Workshop Media Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2026 bertajuk "Inovasi Produk Turunan Sawit untuk Pelaku UKMK".

Lebih lanjut, Helmi mengatakan, intensitas kampanye positif sawit terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan rutin bersama pelaku UKMK.

"Kalau 2018 mungkin kalau kita klik UKMK sawit itu nggak ada mungkin ya. Tapi kalau sekarang, cari UKMK sawit di Google itu sudah sangat banyak sekali karena kita hampir setiap bulan bahkan setiap minggu ada kegiatan-kegiatan kita untuk mengampanyekan kebaikan-kebaikan sawit ini," ujar dia.

Helmi juga menjelaskan BPDP aktif membantu anak-anak muda melalui workshop yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Andalas.

Banyak mahasiswa mengikuti program itu untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis sawit.

Salah satu contohnya adalah mahasiswa asal Pasaman Barat, Sumbar, yang mengikuti workshop saat pandemi COVID-19 pada 2020-2021.

Berbekal pelatihan tersebut, pada 2025 dia berhasil melakukan ekspor lidi sawit.

"Memang nggak langsung menjadi pengusaha, 2025 dia sudah menjadi eksportir lidi sawit. Dia menggandeng ibu-ibu sebagai pemasok bahan baku untuk diekspor," ujar Helmi.

Di samping itu, BPDP juga memfasilitasi UKMK mengikuti pameran nasional seperti Inacraft.

Ada tiga UKMK binaan BPDP yang berasal dari Aceh, Malang, dan Yogyakarta, mendapatkan booth gratis, akomodasi, dan transportasi yang seluruhnya ditanggung lembaga.

"Biasanya kalau nggak dibawa, bayar sendiri Rp19 sampai Rp23 juta. Kalau dia menjadi anggotanya Inacraft Rp19 juta, kalau nggak menjadi anggota Rp24 juta untuk mendapatkan booth. Nah itu kemarin kita fasilitasi," kata Helmi.

Helmi berharap kegiatan itu menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan, terutama bagi ibu-ibu di Depok yang memiliki produk berbasis kelapa sawit.

Ia menekankan BPDP memberikan peluang nyata bagi pelaku UKMK untuk mengembangkan produk turunan sawit.

Salah satu contoh produk adalah batik dan lilin berbahan malam sawit yang dikembangkan sekitar 60-70 ibu-ibu di Kulon Progo, Yogyakarta.

Produk itu dibimbing anak-anak muda alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dari omzet awal ratusan juta rupiah, kini produk tersebut menembus miliaran rupiah, termasuk transaksi Rp55 juta selama dua hingga tiga hari pameran Inacraft.

"Sekarang sudah miliaran setelah kemudian mengembangkan batiknya dari sawit. Termasuk kemarin ikut kita bawa di pameran, itu transaksinya Rp55 juta selama dua hari atau tiga hari. Itu termasuk yang sangat laku di pameran Inacraft," kata Helmi.

Kegiatan yang menghadirkan unsur pemerintah, asosiasi pengusaha, dan pengelola dana sawit guna memperluas wawasan pelaku UKMK terhadap potensi hilirisasi diselenggarakan atas sinergi BPDP dan Majalah Hortus Archipelago.

Baca juga: Pemerintah kaji riset sawit berkelanjutan kolaborasi kampus-industri

Baca juga: BPDP fasilitasi akses pasar produk UMKM perkebunan

Baca juga: BPDP siapkan lima pendekatan percepat program PSR

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |