BPBD Cilacap cek lokasi bencana gerakan tanah di Kalipada Pamulihan

1 week ago 6

Cilacap (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melakukan pengecekan langsung ke lokasi bencana banjir dan gerakan tanah di Dusun Kalipada, Desa Pamulihan, guna memastikan kondisi lapangan serta dampak yang ditimbulkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo, di Cilacap, Kamis siang, mengatakan baru kembali dari lokasi bencana di Dusun Kalipada, Desa Pamulihan, Kecamatan Karangpucung, untuk mengecek dampak yang ditimbulkan karena peristiwa yang terjadi saat hujan lebat pada Rabu (11/2) sore itu viral di media sosial.

"Saya baru pulang dari lokasi, cek langsung, memang terjadi gerakan tanah dan banjir di Kalipada. Penyebabnya gorong-gorong sungai tersumbat ranting pohon bambu, sehingga air naik dan meluap ke permukiman dan setelah dibersihkan, airnya tidak lama kemudian surut," katanya menjelaskan.

Selain banjir, kata dia, di Kalipada juga terjadi tanah longsor dari tebing yang berada dekat rumah warga.

Menurut dia, kondisi permukiman yang berada di cekungan dengan tebing di sekitarnya dinilai meningkatkan risiko pergerakan tanah saat hujan.

"Ada enam rumah yang terdampak langsung longsor karena posisi rumah berada di dekat tebing. Tapi tidak ada korban jiwa," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan BPBD bersama pemerintah desa setempat terus melakukan pemantauan dan meminta warga meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga: BPBD Cilacap intensifkan penanganan darurat longsor Cibeunying

Menurut dia, warga juga diminta segera mengungsi sementara jika muncul tanda-tanda longsor susulan.

Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan instansi teknis terkait untuk melakukan kajian lanjutan terhadap kondisi tanah di lokasi tersebut.

"Kami akan berkirim surat ke PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Badan Geologi untuk peninjauan dan kajian lapangan, guna memastikan kelayakan area tersebut untuk ditempati," katanya.

Selain di Kalipada, kata dia, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Jalan Cicapar, Desa Karangsari, Kecamatan Cimanggu, pada Rabu (11/2) sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut dia, longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (11/2) sore hingga petang.

"Berdasarkan laporan awal, material longsor memiliki tinggi sekitar 50 meter dan lebar sekitar 20 meter serta menutup akses jalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," katanya.

Baca juga: BPBD: Hujan deras picu longsor dan banjir di sejumlah wilayah Cilacap

Taryo mengatakan petugas dan perangkat desa setempat telah melakukan langkah awal dengan mengimbau masyarakat untuk tidak melintas di ruas jalan terdampak, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, serta berkoordinasi untuk pelaksanaan kerja bakti menyingkirkan material longsoran.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |