BPBD: 58 huntara ditempati warga terdampak bencana di Bener Meriah 

1 week ago 5

Banda Aceh (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, menyatakan sebanyak 58 unit hunian sementara (huntara) yang dibangun di kabupaten tersebut sudah ditempati warga terdampak bencana hidrometeorologi.

Kepala BPBD Kabupaten Bener Meriah Safriadi yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu, mengatakan hunian sementara yang sudah ditempati warga tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Bener Meriah.

"Sebanyak 58 huntara sudah ditempati warga. Puluhan huntara yang dihuni tersebut berada di Kecamatan Syiah Utama, Kecamatan Mesidah, dan Kecamatan Gajah Putih," kata Safradi.

Ia menyebutkan sebanyak 914 hunian sementara dibangun di Kabupaten Bener Meriah. Hingga kini, pembangunannya sudah hampir selesai dengan progres mencapai 90 persen.

Baca juga: Menteri PU targetkan huntara di Bener Meriah bisa dihuni saat Ramadhan

Hunian sementara tersebut tersebar di beberapa lokasi, yakni Huntara Blang Rakal untuk 41 keluarga, Huntara BP Rimba Raya untuk 36 keluarga, Huntara RTH Uning Baro menampung 33 keluarga.

Kemudian, Huntara Lapangan Bola Tunyang untuk 222 keluarga, Huntara Wonosobo untuk 89 keluarga, Huntara Dry Port Ketipis untuk 84 keluarga, Huntara GOR untuk 33 keluarga, Huntara Makmur Sentosa untuk delapan keluarga.

Selanjutnya, Huntara Muyang Kute Mangku untuk 15 keluarga, Huntara Mesidah untuk 77 keluarga, Huntara Tembolon untuk 13 keluarga, Huntara Wihni Durin untuk tiga keluarga, Huntara Gerpa untuk 54 keluarga, Huntara Raya Mulie untuk enam keluarga.

Berikutnya, Huntara Rusip untuk delapan keluarga, Huntara Kantor Camat Bener Kelipah untuk enam keluarga, Huntara Kampung Timur Raya untuk tujuh keluarga, Huntara Wih Tenang Uken untuk 17 keluarga.

Baca juga: TNI AD bangun sumur bor di lokasi huntara Bener Meriah Aceh

"Kemudian Huntara Balai Penyuluh Kampung Gelampang Wih Tenang Uken untuk sebanyak 142 keluarga dan Huntara Lapangan Bola Rongga-rongga untuk sebanyak 20 keluarga," kata Safriadi.

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |