Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 204 titik panas di Kabupaten Bengkalis dari total 280 titik panas di Provinsi Riau berdasarkan pembaruan data pukul 07.00 WIB, Jumat.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Ranti Kurniati di Pekanbaru, Jumat, menyampaikan, selain Kabupaten Bengkalis titik panas juga ada di Pelalawan (16), Siak (11), Inderagiri Hilir (10), Kepulauan Meranti (10), Kota Dumai (9), Rokan Hilir (7), Kampar (5), serta Inderagiri Hulu dan Rokan Hulu masing-masing dua titik panas.
Sementara di Pulau Sumatera terdeteksi total 329 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak.
Kemudian disusul di Kepulauan Bangka Belitung 12 titik panas, lalu Jambi (12), Kepulauan Riau (10), Aceh (7), Sumatera Utara (3), Sumatera Selatan (3), dan Sumatera Barat (2).
Diketahui kebakaran lahan salah satunya terjadi di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. Manggala Agni Daerah Operasi Sumatera VI/Siak masih berjibaku memadamkan kebakaran lahan seluas 60 hektare di sana.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Ihsan Abdillah mengatakan pihaknya melakukan pemadaman sejak akhir pekan lalu. Di lahan yang terbakar itu tumbuh semak belukar, akasia, dan sawit pada tanah berjenis gambut.
"Tim melakukan penyekatan dan supaya api tidak menyebar luas diperlukan pemadaman lanjutan. Kecepatan angin tinggi yang berubah-ubah arah serta lahan kering memudahkan menjalarnya api," katanya.
Baca juga: BMKG: Terpantau 11 titik panas di Sumatera Utara
Baca juga: BMKG: Sebanyak 12 titik panas terpantau di Jambi
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































