Jakarta (ANTARA) - Jenama lokal BINHouse menyuguhkan koleksi busana dengan wastra Indonesia bertajuk “Bahasa Kain” yang mengangkat ekspresi tradisi dari budaya kain di gelaran mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2026.
“Tradisi budaya kain bisa kita ekspresikan dalam berbagai macam yang diharapkan untuk dapat memberikan perspektif baru, pengetahuan baru akan budaya kain Indonesia,” kata Director BIN House, Elang Komara dalam konferensi pers JFW 2026 di Jakarta, Selasa.
Penampilam koleksi jenama BINHouse dengan tema “Bahasa Kain” dalam gelaran mode Jakarta Fashion Week 2026, di Jakarta, Selasa (28/10/2025). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)Baca juga: Jakarta Fashion Week 2026 rayakan warisan dan inovasi mode
Baca juga: JMFW 2026 hadir, targetkan transaksi fesyen Rp163 miliar
Koleksi itu disuguhkan BINHouse dengan perpaduan harmonis antara koreografi, padu padan busana, dan tata gaya yang menggambarkan karakter dari setiap kain.
BIN House menghadirkan ragam padu padan kebaya dan kain yang kreatif. Sebanyak 62 karya dari koleksi tersebut dihadirkan dalam tajuk “Bahasa Kain” di JFW 2026, dengan menampilkan siluet kebaya yang dipadukan dengan berbagai warna-warni jenis kain seperti kain sutera hasil alat tenun bukan mesin (ATBM), kain beludru dan batik.
“Jadi kita ingin kain itu ditampilkan. Bisa dilihat dengan koreografi yang ada, dengan jenis kain yang ada itu, kita bisa melihat kain itu bergerak, bagaimana itu sebagai bisa dikatakan kulit kedua dari kita,” ujar Elang.
Penampilam koleksi jenama BINHouse dengan tema “Bahasa Kain” dalam gelaran mode Jakarta Fashion Week 2026, di Jakarta, Selasa (28/10/2025). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)Elang mengatakan bahwa setiap jiwa memiliki sisi yang ingin berekspresi, dalam hal ini BINHouse mengingatkan untuk jangan takut berekspresi.
BINHouse berupaya menjadikan seni budaya kain Indonesia dapat dipadupadan dengan fesyen global yang dinamis, sehingga memerlukan inovasi dan perkembangan.
“Di situ kita bisa memperlihatkan juga bahwa batik atau kain tradisi ini bukan hanya dipakai di acara formal, bahwa ini (kain) bisa dipakai untuk sehari-hari. Jadi itu betul-betul yang menjadi inspirasi bagi kita menjaga tradisi ini, memperlihatkan juga ke depannya sustainable buatan tangan Indonesia ini ada,” tutur Elang.
Baca juga: Jakarta Fashion Week 2026 gandeng lebih dari 100 desainer
Baca juga: Menpar: Keberlanjutan jadi masa depan fesyen di Indonesia
Baca juga: Kolaborasi artistik jenama lokal & komunitas Robotik hadir di JFW 2026
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































