Pemkab: Huntara mandiri di Nagan Raya akan dibayar Rp20 juta oleh BNPB

2 hours ago 5
Informasi yang kami peroleh dari BNPB, masyarakat yang membangun huntara mandiri ini nantinya akan dibayar oleh BNPB maksimal Rp20 juta per unit huntara

Nagan Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, menyatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempersilahkan masyarakat korban banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang, apabila ingin membangun hunian sementara (huntara) mandiri sebagai upaya mempercepat pemindahan masyarakat dari lokasi pengungsian.

“Informasi yang kami peroleh dari BNPB, masyarakat yang membangun huntara mandiri ini nantinya akan dibayar oleh BNPB maksimal Rp20 juta per unit huntara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagan Raya Zulkifli kepada ANTARA di Suka Makmue, Senin.

Ia menyebutkan pembangunan huntara mandiri oleh masyarakat dalam rangka mempercepat pembangunan huntara bagi masyarakat korban banjir bandang yang kehilangan rumah di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Hal itu, kata dia, karena selama ini pembangunan huntara yang sedang dikerjakan BNPB terkendala pengiriman material bangunan ke Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Baca juga: Pemkab: Pembangunan huntara di Nagan Raya capai 40 persen

Material tersebut harus diangkut dengan jarak jauh ke dataran tinggi Beutong Ateuh, dengan jarak tempuh mencapai di atas 40 kilometer dari ibu kota Kabupaten Nagan Raya atau dari kecamatan sekitar yang berada di dataran rendah.

Selain itu sebagian besar material bangunan juga harus dipesan di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), dan harus dikirim ke Kabupaten Nagan Raya dengan memakan waktu pengiriman berhari-hari.

Zulkifli mengatakan pembayaran atas pembangunan huntara mandiri tersebut akan dilakukan setelah selesai dilakukan kajian, penghitungan, dan penilaian, oleh tim teknis yang telah dibentuk oleh Pemkab Nagan Raya.

“Jadi, huntara mandiri yang dibayar setelah selesai penilaian dari tim teknis yang sudah kita bentuk,” kata Zulkifli.

Baca juga: Dari Aceh hingga Sumbar, pembangunan huntap dan huntara terus berjalan

Ia menyebutkan saat ini progres pembangunan hunian sementara bagi 1.500 jiwa korban banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, sudah mencapai 40 persen.

Adapun jumlah huntara yang saat ini masih dalam tahap pembangunan mencapai 687 unit, tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Sebelumnya Pemkab Nagan Raya menyatakan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu 26 November 2025 lalu sebesar Rp1,1 triliun lebih.

Dengan rincian, kerusakan akibat bencana alam yaitu kerusakan permukiman sebesar Rp131 miliar lebih, kerusakan di sektor infrastruktur Rp572,7 miliar lebih, kerusakan dampak ekonomi Rp278,8 miliar lebih. Kemudian di sektor sosial sebesar Rp75,9 miliar lebih serta kerusakan lintas sektor sebesar Rp39,6 miliar lebih.

Baca juga: Mendagri apresiasi daerah tangani dampak bencana cepat dan mandiri

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |