Palembang (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadikan media sosial sebagai wadah edukasi publik terkait pemenuhan gizi seimbang dan pola makan sehat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sanjaya di Palembang, Sabtu, mengatakan kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya memperluas literasi gizi masyarakat serta memperkuat transparansi program di tingkat daerah.
Ia menyebutkan media sosial memiliki jangkauan luas dan efektif untuk menyampaikan informasi yang akurat, cepat, serta mudah dipahami masyarakat.
"SPPG di seluruh wilayah diminta aktif memanfaatkan platform digital untuk memberikan edukasi yang berkelanjutan dan berbasis data. Seperti hari ini menu Makan Bergizi Gratis apa yang akan dibagikan ke sekolah jadi masyarakat bisa tahu," ujarnya.
Menurut dia, pemanfaatan media sosial tidak hanya sebatas publikasi kegiatan, tetapi juga harus memuat konten edukatif seperti panduan gizi seimbang, pentingnya konsumsi protein.
Konten tersebut diharapkan dapat dikemas secara kreatif agar menarik bagi berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
Melalui optimalisasi media sosial oleh SPPG, BGN berharap upaya peningkatan status gizi masyarakat dapat berjalan lebih masif dan terintegrasi. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Baca juga: BGN gandeng Kemkomdigi perangi hoaks Program MBG
Baca juga: BGN ungkap 93 persen anggaran gizi beredar ke daerah lewat mitra
Baca juga: Informasi pembukaan PPPK BGN tahap 3 hoaks
Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































