Jakarta (ANTARA) - Stasiun Manggarai adalah tempat berbagai perjalanan bertemu. Kereta datang dari arah berbeda, membawa penumpang dengan tujuan masing-masing, lalu bergerak kembali untuk memberikan manfaat pada banyak orang yang menggunakannya.
Manggarai menunjukkan bahwa tidak harus sama untuk bisa terhubung.
Sebuah stasiun transit dirancang bukan untuk menyeragamkan arah perjalanan, melainkan untuk mempertemukannya. Jalur commuter line, KRL, dan LRT tidak dibangun agar saling meniadakan atau supaya semua sama, tetapi agar penumpang dapat berpindah dari satu jalur ke jalur lain tanpa kehilangan tujuan masing-masing.
Prinsip itu sederhana secara teknis, namun jarang dipakai sebagai cara membaca hubungan politik yang sesungguhnya juga bekerja dengan logika serupa; sering tampak berbeda arah, tetap bisa berbagi ruang yang sama.
Barangkali, gambaran itu juga bisa digunakan untuk membaca demokrasi. Partai politik tidak dibentuk agar selalu memiliki pandangan yang sama dengan partai lain. Kompetisi adalah bagian dari politik, sebagaimana kritik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, perbedaan tidak semestinya membuat kerja bersama untuk kepentingan publik kehilangan tempat.
Dalam peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai di Jakarta pada 16 September, Presiden Prabowo Subianto, yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang berasal dari PDI Perjuangan.
Prabowo bahkan tak segan menyebut Pramono sebagai gubernur yang hebat dan mendorong partai lain menunjukkan kinerja yang baik seperti Gubernur DKI tersebut.
"Saya harus akui kalau ada gubernur yang hebat, saya akui dia hebat," kata Prabowo.
Pernyataan itu sederhana, tetapi punya makna dalam politik. Prestasi seorang pejabat publik semestinya tidak kehilangan nilai hanya karena dikerjakan oleh orang yang berbeda warna politik.
Dalam pemerintahan, ukuran kebergunaannya adalah seberapa jauh kebijakan memberi manfaat kepada masyarakat. Pramono kemudian menyerahkan penilaian atas kinerjanya kepada masyarakat.
Bukan hal baru
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































