BEI: Butuh dana Rp187 triliun untuk memenuhi "free float" 15 persen

4 days ago 5
Implementasi penyesuaian peraturan ini rencananya akan dilakukan pada Maret 2026 yang akan datang

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sebanyak 267 perusahaan tercatat (emiten) di BEI membutuhkan dana hingga Rp187 triliun yang diserap pasar untuk memenuhi batas minimum free float 15 persen.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan bahwa saat ini 267 emiten tersebut sudah memenuhi batas minimum free float 7,5 persen, namun masih belum memenuhi minimum free float 15 persen.

“Potensi tambahan market cap dari ke-267 perusahaan tercatat tersebut yang harus diserap oleh pasar untuk memenuhi free float 15 persen sekitar Rp187 triliun,” ujar Nyoman kepada awak media di Jakarta, Kamis.

Untuk diketahui, saham free float merupakan istilah di pasar saham yang artinya sejumlah saham yang dapat ditransaksikan oleh publik

Saat ini, BEI mencatat sebanyak 894 perusahaan tercatat (emiten) telah memenuhi kewajiban kepemilikan saham publik atau free float dengan batas minimum 7,5 persen dari total saham tercatat.

Di sisi lain, BEI mencatat masih terdapat sebanyak 49 emiten belum memenuhi ketentuan free float dengan batas minimum 7,5 persen, diantaranya sebanyak 18 perusahaan telah menyampaikan Laporan Bulanan Registrasi Kepemilikan Efek (LBRE), namun belum memenuhi persyaratan free float dan atau jumlah pemegang saham.

Kemudian, sebanyak 31 perusahaan lainnya tidak menyampaikan LBRE per 31 Desember 2025, sehingga dinyatakan tidak memenuhi ketentuan karena tidak terdapat data yang dapat ditelaah oleh bursa.

Adapun, data tersebut merujuk pada LBRE per 31 Desember 2025, yang disampaikan melalui oleh BEI melalui Pengumuman Nomor Peng-S-00006/BEI.PLP/02-2026.

Sebagaimana diketahui, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera melakukan penyesuaian aturan batas free float saham dari saat ini sebesar 7,5 persen menjadi 15 persen, yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada Maret 2026.

“Implementasi penyesuaian peraturan ini rencananya akan dilakukan pada Maret 2026 yang akan datang,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad.

Baca juga: Analis: Reformasi pasar modal harus pastikan kedaulatan struktural

Baca juga: BEI yakin "free float" 15 persen bisa persempit celah manipulasi harga

Baca juga: Hashim wanti-wanti otoritas pasar modal diawasi ketat pemerintah

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |