Beda biaya penggunaan mobil listrik dan konvensional menurut KOLEKSI

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) Arwani Hidayat mengemukakan bahwa biaya penggunaan mobil listrik dengan mobil konvensional berbeda nyata.

"Untuk konsumsi dalam kota, rata-rata pengguna EV menghabiskan sekitar Rp250 per km dan luar kota sekitar Rp350 per km untuk EV yang memiliki power lumayan besar," kata Arwani saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Kamis.

"Jika pakai mobil konvensional, di dalam kota itu bisa mencapai Rp1.000 per km dan luar kota Rp1.200 per km kurang lebih," ia menambahkan.

Selain biaya operasionalnya lebih rendah, sarana pendukung penggunaan mobil listrik sekarang sudah meningkat.

Menurut informasi di laman resminya, PT PLN (Persero) bersama para mitra telah menghadirkan 4.655 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah. SPKLU tercatat telah tersedia di 3.007 lokasi pada 2025.

PLN juga menyediakan Home Charging Services, yang pada akhir 2025 tercatat telah digunakan oleh 70.250 pelanggan.

Baca juga: PLN: Penggunaan SPKLU naik empat kali lipat selama Lebaran 2026

Arwani menyampaikan bahwa awal tahun ini pertumbuhan pengguna mobil listrik agak melambat karena sebagian konsumen khawatir pemerintah akan mencabut insentif dalam pembelian kendaraan elektrik.

"Awal tahun ini agak melambatkan karena adanya isu pencabutan insentif dan pada kwartal kedua bulan April ini kemungkinan besar akan naik, sejalan dengan isu kenaikan BBM pada mobil konvensional akibat perang di Timur Tengah," ia menjelaskan.

Kenaikan harga bahan bakar minyak akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, menurut dia, bisa mendorong orang untuk beralih ke kendaraan elektrik.

Baca juga: Prabowo berharap Indonesia bisa produksi sedan listrik pada 2028

Baca juga: IIMS bisa jadi sarana rekreasi dan edukasi kendaraan ramah lingkungan

Pewarta:
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |