Jakarta (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta memperkenalkan program "Kota Pangan Aman" untuk mengedukasi masyarakat mengenai gizi dan zat yang terkandung dalam makanan.
"Secara khusus, kami membahas mengenai program "Kota Pangan Aman" yang saat ini sedang dipersiapkan. Bapak Wali Kota berkomitmen agar Jakarta Selatan dapat menjadi yang terdepan dalam implementasi program tersebut," kata Kepala BBPOM DKI Jakarta Sofiyani Chandrawati kepada wartawan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat.
Dia mengatakan pihaknya tengah memastikan ketersediaan obat dan makanan yang aman serta bermutu di wilayah Jakarta Selatan, terutama selama bulan Ramadhan.
Nantinya, kata dia, Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur.
"Untuk rencana pada tahun 2026 ini, akan dibentuk SK Satgas Keamanan Pangan guna melengkapi satuan tugas yang sudah ada sebelumnya," ujar Sofiyani.
Dia menjelaskan "Kota Pangan Aman" merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjamin pangan yang tersedia di kota tersebut benar-benar aman dikonsumsi. Tujuannya, yaitu demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, kita harus memulainya dari kualitas pangan yang masuk ke tubuh kita setiap hari," ucap Sofiyani.
Baca juga: Pemkot Jaksel kerahkan satgas untuk keamanan pangan Ramadhan
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dia menilai perlunya keterlibatan semua pihak, baik dari sisi penyediaan (supply) bahan pangan maupun dari sisi permintaan (demand), yaitu mengedukasi masyarakat agar mampu memilih pangan yang aman.
Dengan demikian, koordinasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sinergi antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dan BBPOM DKI dalam mewujudkan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat.
Seperti diketahui, BBPOM DKI Jakarta berkomitmen melakukan pengawasan makanan takjil di lima wilayah kota administrasi Jakarta selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026.
Pengawasan takjil, di antaranya dilakukan di Bendungan Hilir dan Kemayoran (Jakarta Pusat), Jalan Panjang (Jakarta Barat), Koja (Jakarta Utara), dan Karet (Jakarta Selatan).
Berdasarkan data hasil pengawasan di sentra takjil dan ritel modern 2025, BBPOM DKI menguji sebanyak 147 sampel. Hasilnya, enam sampel atau 4,1 persen tidak memenuhi syarat, sementara 141 sampel lainnya (95,9 persen) memenuhi syarat layak konsumsi.
Baca juga: BBPOM DKI lakukan pengawasan takjil di lima wilayah selama Ramadhan
Baca juga: BBPOM DKI temukan takjil mengandung pewarna tekstil
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































