Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat sinergi bantuan kemanusiaan dalam kunjungan kehormatan Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali Mohamed di Kantor Pusat Baznas di Jakarta, Jumat (20/2).
Pertemuan tersebut menyoroti kondisi terkini di Sudan serta rencana kolaborasi strategis antara Baznas dengan pemangku kepentingan lainnya demi bantuan kemanusiaan di Sudan.
"Kami di Baznas menaruh keprihatinan yang sangat mendalam atas krisis kemanusiaan yang terus melanda saudara-saudara kita di Sudan. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, Baznas berkomitmen untuk tidak membiarkan mereka berjuang sendirian di tengah konflik yang masih tidak kondusif ini," kata Ketua Baznas RI Noor Achmad melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.
Noor menilai bantuan di negara mayoritas Muslim itu dinilai sangat penting menyusul laporan mendalam mengenai krisis kesehatan dan situasi darurat yang masih melanda Sudan.
Ia menegaskan kesiapan Baznas untuk terus memelopori penghimpunan bantuan bagi rakyat Sudan yang telah berjalan selama ini.
Baca juga: Masyarakat Pidie Jaya berbuka puasa bersama di meunasah darurat Baznas
Melalui audiensi tersebut, Noor menilai intensitas kampanye kemanusiaan akan semakin ditingkatkan guna memobilisasi dukungan publik yang lebih besar dan berdampak luas.
"Terutama untuk mendukung sektor kesehatan dengan penyediaan fasilitas medis dan obat-obatan yang dinilai sangat mendesak. Kami ingin memastikan amanah dari rakyat Indonesia tersalurkan dengan tepat dan menjadi titik terang bagi kepulihan Sudan ke depannya," ucap Noor Achmad.
Sementara Dubes Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali Mohamed menyampaikan apresiasi mendalam kepada Indonesia sebagai negara sahabat yang menunjukkan solidaritas nyata di masa krisis.
Ia menitipkan harapan besar agar sinergi kemanusiaan dengan Baznas ke depannya dapat difokuskan pada pemulihan sektor kesehatan. Mengingat banyaknya fasilitas medis yang terdampak konflik, bantuan berupa pembangunan kembali rumah sakit dan pengadaan alat kesehatan menjadi prioritas utama.
"Hal ini diharapkan dapat menekan angka fatalitas akibat krisis yang telah merenggut lebih dari 200.000 jiwa, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak," ujar Dubes Yassir Mohamed.
Baca juga: Sudan buka peluang kerja sama bisnis dan pendidikan dengan Indonesia
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































