Basarnas: Teknologi ROV gambarkan kondisi dalam bangkai KM Virgo

5 hours ago 3

Banjarmasin (ANTARA) - Basarnas memanfaatkan teknologi remotely operated vehicle (ROV) untuk menggambarkan kondisi bagian dalam bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang karam di dasar laut sebagai acuan bagi penyelam dalam pencarian korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan ROV digunakan untuk menelusuri lorong-lorong di dalam kapal, kemudian hasil pemantauan tersebut menjadi dasar bagi penyelam dalam melakukan pencarian korban.

“Tadi setelah pantauan menggunakan ROV, kemudian penyelam bekerja sesuai hasil ROV. ROV menelusuri lorong-lorong di kapal,” kata I Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedelapan kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam.

Ia menjelaskan penggunaan ROV sebelumnya belum maksimal karena arus laut yang kencang, sehingga peralatan tersebut akhirnya diangkat kembali. Penyelaman juga menghadapi kendala karena arus bawah laut kembali kencang hingga sekitar tiga knot yang menjadi batasan berisiko bagi penyelam.

“Setelah ada gambaran dari ROV, di sela-sela kondisi arus yang sempat tenang siang hari tadi, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan penyelaman. Waktu yang tersedia terbatas sehingga hanya satu korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Baca juga: Minggu, Basarnas temukan lagi satu korban meninggal di bodi KM Virgo

I Putu mengatakan Basarnas akan kembali menurunkan ROV lebih awal pada operasi SAR hari kesembilan pada Senin (21/9) dengan harapan kondisi cuaca lebih baik sehingga penyelam dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melanjutkan pencarian korban di dalam bangkai kapal.

“Besok akan kita turunkan lagi ROV lebih awal. Karena gambaran bawah laut di dalam kapal sudah kita dapat,” ujarnya.

Pada operasi SAR hari kedelapan, Basarnas mengerahkan dua unsur, helikopter Basarnas, delapan kapal besar, dan dua kapal kecil untuk memaksimalkan upaya pencarian korban yang masih belum ditemukan.

Sementara itu, operasi salvage (pengangkatan badan kapal) masih proses dari pihak perusahaan dan asuransi.

Posisi bangkai kapal berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu tidak mengalami perubahan. Faktor cuaca, arus bawah laut yang deras, termasuk gelombang, menjadi kendala dalam proses pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8.

Hingga hari kedelapan operasi SAR, Minggu, pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 118 korban ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia, sementara masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita hingga akhirnya ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Baca juga: DVI minta keluarga korban KM Virgo lengkapi data bantu identifikasi

Baca juga: Basarnas fokuskan 12 penyelam terbaik operasi bawah laut KM Virgo

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |