Bapeten sertakan skrining malaria dalam CKG, lindungi petugas lapangan

1 week ago 9
Karena karyawan Bapeten ini juga melakukan inspeksi penggunaan radioaktif baik di perkotaan maupun di hutan-hutan. Karena penggunaan nuklir di Indonesia ada di semua tempat...

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapeten) mengatakan pihaknya melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada berbagai fasilitas radiasi di perkotaan dan daerah, salah satu skrining yang diberikan berupa pemeriksaan malaria guna melindungi petugas di lapangan.

"Karena karyawan Bapeten ini juga melakukan inspeksi penggunaan radioaktif baik di perkotaan maupun di hutan-hutan. Karena penggunaan nuklir di Indonesia ada di semua tempat, baik itu di perkotaan, perdesaan, maupun di hutan, dan di tengah laut juga ada," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapeten Zainal Arifin di Jakarta, Rabu.

Adapun dalam CKG di Bapeten, sejumlah skrining yang diberikan antara lain pengecekan kesehatan mulut, telinga, tekanan darah, dan kesehatan mata.

Dalam momen setahun CKG, pihaknya mengapresiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas pelaksanaan program nasional tersebut.

Baca juga: Menkes dorong program CKG di lingkungan perusahaan

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Kesehatan (Menkes) bidang Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi Bambang Widianto mengatakan bahwa pelaksanaan CKG masih sama dengan tahun sebelumnya, dan juga menyertakan skrining yang spesifik, seperti skrining malaria untuk karyawan Bapeten, karena sering ke pelosok-pelosok dan menginspeksi berbagai alat-alat yang mengeluarkan radiasi.

Bambang mengatakan CKG adalah hadiah dari Presiden Prabowo Subianto bagi bangsa Indonesia guna mencegah keparahan, terutama kematian, akibat berbagai penyakit yang menjadi beban kematian terbesar di Tanah Air, seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker.

Selain itu, katanya, CKG juga digabungkan dengan skrining tuberkulosis (TBC), sebagai upaya eliminasi penyakit tersebut, mengingat Indonesia menempati peringkat kedua TBC terbanyak secara global.

Baca juga: Setahun CKG, awal sehat pangkal produktif

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi mengatakan petunjuk teknis terbaru, CKG menyertakan sejumlah skrining baru yang disesuaikan dengan penyakit-penyakit yang banyak ditemukan di daerah tertentu.

"Contohnya kalau, kayak tadi ya ada request dari lingkungan ini atau di sebuah daerah itu banyak malaria, kan kita buat (skrining) malaria. Kemudian kalau skabies, di daerah-daerah seperti pesantren, karena dia banyak yang skabies, kita lakukan skrining," kata Imran.

Dia menyebutkan skrining-skrining itu sudah dimulai. Skrining yang ditambahkan antara lain kusta, skabies, dan frambusia.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) Hariqo Wibawa Satria mengapresiasi seluruh pihak yang sudah bekerja sama dan berkontribusi, sehingga pada 2025, sebanyak 70 juta orang berpartisipasi dalam CKG.

Baca juga: Kemenkes: Scabies, kusta, dan frambusia kini masuk pemeriksaan CKG

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |