Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional memperkuat stabilisasi pangan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, melalui pelaksanaan fasilitasi distribusi pangan (FDP) sehingga masyarakat mengakses pangan yang mudah dan terjangkau menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
"Dengan FDP, dapat menekan harga komoditas cabai rawit di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, yang masih berada di atas harga acuan penjualan (HAP)," kata Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas Budi Waryanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan di Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, harga cabai rawit merah tercatat berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram, melampaui HAP yang berada pada rentang Rp40.000 sampai Rp57.000 per kilogram.
Sementara itu, komoditas lain seperti bawang putih, daging ayam ras, gula konsumsi, dan Minyakita masih bergerak di sekitar harga eceran tertinggi (HET) atau HAP, meskipun penguatan distribusi tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa Ramadhan.
"Langkah intervensi stabilisasi melalui FDP diperlukan guna menekan ongkos logistik pengiriman dari distributor di daratan menuju wilayah kepulauan," ujar dia.
Diketahui, wilayah Kepulauan Seribu, khususnya Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang meliputi Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Panggang dengan jumlah penduduk sekitar 17.817 jiwa atau 61 persen dari total populasi Kepulauan Seribu, memiliki karakteristik ketergantungan distribusi melalui transportasi laut.
Kondisi itu berdampak pada tambahan biaya logistik sekitar Rp10.000 per karung dari daratan Jakarta.
Oleh karena itu, lanjut Budi, pihaknya mendorong FDP guna menekan harga cabai yang mengalami fluktuasi menjelang momentum puasa.
Ia menekankan apabila FDP diterapkan dari Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, maka penurunan harga dapat terjadi dalam dua tahap, mulai dari sentra pasok hingga sampai ke konsumen di wilayah kepulauan.
Selain itu, dalam jangka menengah, Bapanas juga mendorong penyediaan fasilitas gudang penyimpanan di Kepulauan Seribu dengan dukungan pemerintah daerah.
"Keberadaan gudang ini akan memperkuat buffer stock pangan strategis serta dapat melibatkan Perum Bulog maupun BUMD pangan," tambahnya.
Sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pangan, khususnya menjelang HBKN puasa dan Lebaran, sehingga masyarakat dapat mengakses dengan mudah dan sesuai harga yang ditentukan pemerintah.
Pengawasan dilakukan Tim Satgas Saber Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang dibentuk pada awal Februari 2026 dengan kolaborasi kementerian/lembaga terkait, Satgas Pangan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Bulog, serta pemerintah daerah.
Baca juga: Bapanas susun Rancangan Perpres tentang Penyelamatan Pangan
Baca juga: Bapanas siapkan FDP tekan harga cabai rawit di Jakarta
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































