Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan distribusi program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) jagung pakan dilakukan tepat sasaran guna membantu peternak menekan biaya produksi dan menjaga keberlanjutan usaha ternak.
"Jangan ke mana-mana karena ini menyangkut akuntabilitas pendistribusian SPHP jagung," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam pendistribusian SPHP jagung di Sumedang, Jawa Barat, sebagaimana keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ketut mengatakan distribusi SPHP jagung pakan harus sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan pemerintah.
Hal itu dilakukan agar bantuan benar-benar dirasakan peternak yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan pesan dari Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang ditujukan kepada asosiasi maupun koperasi peternak penerima program SPHP jagung pakan agar dalam penyaluran benar-benar tetap sasaran.
"SPHP jagung ini akan bergulir terus. Artinya SPHP ini trigger sebagaimana arahan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang ditindaklanjuti oleh Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas," tuturnya.
Program SPHP jagung pakan tahun 2026 sebelumnya mulai digulirkan pemerintah sejak Sabtu (9/5/2026).
Bapanas mencatat realisasi penyaluran mencapai 786,1 ton hingga per 12 Mei 2026.
Adapun daftar penerima SPHP jagung tahun 2026 telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3540/KPTS/HK.150/F/03/2026 tanggal 31 Maret 2026.
Verifikasi data penerima program SPHP jagung dilaksanakan bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
Untuk harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.
Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam SK Menteri Pertanian.
Adapun untuk saat ini target salur secara nasional sebanyak 213,1 ribu ton. Stok cadangan jagung pemerintah (CJP) per 13 Mei berada di angka 234 ribu ton.
Bapanas memastikan Bulog terus melakukan penyerapan jagung produksi dalam negeri yang capaiannya telah menyentuh 187,6 ribu ton sejak awal 2026 sampai 11 Mei.
Pemerintah menggulirkan program SPHP jagung pakan untuk mengatasi fluktuasi harga jagung di tingkat peternak yang telah melebihi ketentuan harga acuan penjualan (HAP) di Rp5.800 per kg.
Menurut Ketut, ketika peternak terdampak fluktuasi jagung pakan, maka dapat pula berimplikasi terhadap harga telur ayam.
Anggaran program SPHP jagung pakan tahun 2026 telah disiapkan sebanyak Rp678 miliar.
"Jadi sekali lagi, mudah-mudahan ini bermanfaat mengendalikan harga. Sekaligus dari pemerintah tentu berharap harga telur dapat relatif lebih stabil. Artinya, harga jangan terlalu tinggi tapi peternak juga mendapatkan untung yang wajar," sebut Ketut.
Bapanas juga mencatat rata-rata harga jagung di tingkat peternak secara nasional masih melebihi HAP berkisar Rp6.848 per kg atau 18,07 persen di atas HAP.
Sementara, dibandingkan sebulan sebelumnya naik tipis 1,09 persen dari harga saat itu Rp6.774 per kg.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia telah swasembada untuk jagung pakan.
Tidak ada impor jagung pakan sejak 2025 setelah pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia masih terpaksa impor jagung.
Untuk mendukung swasembada berkelanjutan, keberpihakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kepada kepentingan petani jagung ditunjukkan melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026.
Dalam Inpres 3/2026 itu memuat direktif Presiden untuk melaksanakan pengadaan jagung dalam negeri sepanjang tahun 2026.
Target pengadaannya sebanyak 1 juta ton dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram (kg).
Kriterianya adalah jagung yang telah masuk usia panen dan kadar air antara 18 sampai 20 persen.
Baca juga: Bapanas perkuat distribusi beras SPHP, realisasi capai 428,9 ribu ton
Baca juga: Bapanas salurkan 250 ton jagung SPHP tekan biaya pakan peternak di Magetan
Baca juga: Bapanas sebut SPHP jagung pakan digulirkan sasar 5 ribu peternak
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































