Bapanas panggil importir untuk jaga stabilitas harga bawang putih

2 days ago 5
Kami sudah mengundang para importir untuk menstabilkan atau menurunkan harga yang tinggi terkait bawang putih...

Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memanggil sejumlah importir bawang putih demi menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas tersebut selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan para importir bawang putih mempunyai tugas yang tidak hanya memasukkan stok saja, tetapi juga harus mau membantu untuk menstabilkan harga di dalam negeri.

"Kami sudah mengundang para importir untuk menstabilkan atau menurunkan harga yang tinggi terkait bawang putih, karena fungsi daripada importir tidak hanya memasukkan barang, tapi mereka punya tugas yang mulia. Tugas yang khusus juga untuk menstabilkan harga," kata Ketut Astawa di Jakarta, Jumat.

Pada momen HBKN Ramadhan, lanjutnya, pemerintah fokus menjaga fluktuasi harga pangan pokok strategis, salah satunya bawang putih yang secara nasional memang kebutuhan komoditas tersebut belum dapat terpenuhi dari dalam negeri.

Baca juga: Mentan tegaskan impor bawang putih dihentikan lima tahun ke depan

Pihaknya telah meminta para importir bawang putih untuk memastikan rantai pasok yang mereka jalani dapat menopang, menstabilkan harga dan pasokan, hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Ketut Astawa menegaskan harga bawang putih tidak boleh bergejolak yang terlalu berlebihan.

"Saya mendorong dan memastikan distributornya untuk mendistribusikan bawang putih ke daerah-daerah yang masih tinggi (harganya), khususnya timur Indonesia dengan harga yang wajar. Jadi harga bawang putih bisa kita kendalikan," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai minggu kedua Februari 2026 ada130 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), dengan 85 kabupaten/kota atau sekitar 65 persen masih memiliki IPH sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen Rp 38.000 per kilogram (kg).

BPS juga mencatat wilayah Indonesia timur paling mengalami rata-rata harga bawang putih melebihi HAP tingkat konsumen di 45 kabupaten/kota. Adapun HAP bawang putih khusus Maluku, Maluku Utara, dan seluruh Papua ditetapkan maksimal di Rp40.000 per kg.

Baca juga: BPS: Harga bawang putih turun tipis di awal Februari 2026

Untuk itu, lanjut Ketut, konsolidasi komitmen pemerintah bersama importir bawang putih penting dilakukan agar kestabilan harga bawang putih dapat terjaga sampai Indonesia wilayah timur. Dalam hal ini Bapanas mendorong kolaborasi secara gotong royong guna memenuhi panggilan negara ini.

"Nah jadi, harus melibatkan seluruhnya, termasuk para pedagang pasar, distributor, importir, ini harus dilibatkan semua, karena ini adalah panggilan negara," ucap Ketut.

Kendati demikian pemerintah memberikan kepastian pasokan bawang putih secara nasional masih mencukupi sampai Idul Fitri mendatang.

Pemerintah memproyeksikan produksi bawang putih dalam bentuk konde pada Maret dapat mencapai 2,4 ribu ton. Kemudian pada April semakin naik menjadi 4,2 ribu ton dan diperkirakan menjadi titik puncak panen bawang putih dalam negeri pada semester pertama tahun ini.

Pemerintah juga memberikan peringatan tegas kepada pelaku usaha swasta yang diberikan kuota importasi pangan pokok strategis agar dapat membantu untuk saling menjaga harga dan pasokan selama Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang.

Baca juga: Bawang putih di persimpangan impor

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |