Bangladesh bersiap gelar pemilu pertama sejak revolusi Juli 2024

6 hours ago 2

Dhaka, Bangladesh/Istanbul (ANTARA) - Rakyat Bangladesh bersiap memberikan suara dalam pemilihan umum ke-13 pada Kamis, pemilu pertama sejak pemberontakan Juli 2024 yang menggulingkan pemerintahan lama, sementara masa kampanye resmi berakhir Selasa pagi.

Pemerintah menetapkan tiga hari libur nasional mulai 10 Februari untuk mendukung kelancaran pemungutan suara. Ribuan warga, termasuk buruh pabrik di Dhaka, pulang ke daerah pemilihan mereka karena pembatasan transportasi umum akan diberlakukan pada hari pemilu.

Tabish Mahdi, pemilih terdaftar di distrik Rangpur yang bekerja di ibu kota, mengaku kesulitan mendapatkan tiket bus.

“Sepertinya orang-orang sangat antusias dengan pemilu ini karena mereka tidak dapat memberikan suara pada pemilu sebelumnya di bawah rezim Sheikh Hasina,” katanya kepada Anadolu

Lonjakan perjalanan memicu kemacetan di sejumlah jalan utama yang menghubungkan Dhaka dengan wilayah lain, menurut laporan media lokal.

Pemilu tersebut dijadwalkan setelah mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina digulingkan pada Agustus 2024 dan melarikan diri ke India, yang mengakhiri 15 tahun kekuasaan Partai Liga Awami serta membuka jalan bagi pemerintahan sementara.

Kelompok advokasi HAM CAGE International menilai pemilu tersebut sebagai momen krusial bagi Bangladesh untuk beralih dari pemerintahan otoriter menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik dengan mengatasi kesalahan masa lalu sambil mereformasi lembaga tersebut.

Dari 120,7 juta pemilih terdaftar, sekitar seperempat merupakan pemilih pemula yang berperan besar dalam gerakan protes 2024 dan kini mendorong perubahan budaya politik serta sistem administrasi negara.

Sekitar 330 pengamat internasional dari berbagai negara dan organisasi, termasuk Uni Eropa, Persemakmuran, dan OKI, memantau proses pemungutan suara yang diikuti hampir 2.000 kandidat dari lebih 50 partai serta calon independen untuk memperebutkan 300 kursi parlemen.

Pemilihan umum juga digelar bersamaan dengan referendum reformasi. Sejumlah tim pengamat asing telah bertemu dengan kepala pemerintahan sementara Muhammad Yunus menjelang pelaksanaan pemilu.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Album Asia: Menengok panen labu yang melimpah di Munshiganj Bangladesh

Baca juga: Jelang pemilu Bangladesh, KBRI Dhaka ingatkan WNI perhatikan keamanan

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |