Jakarta (ANTARA) - Tim asal Indonesia Bandung Legend bersiap untuk mengikuti turnamen U12 Junior Soccer World Challenge 2026 di Chiba, Jepang, pada 21-24 Agustus 2026.
Berbicara pada awak media di Jakarta, Minggu, pelatih Bandung Legend Budi Agil menegaskan skuadnya akan melakukan yang terbaik demi meraih hasil maksimal di turnamen internasional tersebut.
"Kami akan mempersiapkan transisi dari 7 versus 7 ke 11 versus 11. Jadi saya akan membuat program khusus dan menambah pemain. Kalau 11 lawan 11, pemain cadangannya minimal tujuh orang," ujar Budi.
Baca juga: Garuda Baru Indonesia juarai SCWC 2026 di Meksiko
Bandung Legend berhasil lolos ke U12 Junior Soccer World Challenge 2026 setelah menempati peringkat kedua Agung Podomoro Land Cup U12 Junior Soccer World Challenge 2026 setelah takluk dari tim Laos Mazda GB FC dengan skor 1-2 di partai final, Jakarta, Minggu.
Agung Podomoro Land Cup U12 Junior Soccer World Challenge 2026 menjadi kualifikasi Asia Tenggara untuk U12 Junior Soccer World Challenge 2026. Turnamen yang berlangsung di Jakarta itu menggunakan format pertandingan 7 lawan 7 dengan durasi 2x15 menit.
Namun nantinya di U12 Junior Soccer World Challenge 2026, pertandingan akan berlangsung normal 11 lawan 11.
Kompetisi tersebut diikuti pemain U12 kategori putra (kelahiran 1 Januari 2014-1 Januari 2016) dengan sistem fase grup dan babak gugur.
Ajang U12 Junior Soccer World Challenge 2026 merupakan salah satu turnamen usia muda paling prestisius di Asia yang secara kerap mengikutsertakan akademi klub-klub elite dunia dalam kompetisinya seperti Barcelona, Liverpool, Arsenal dan Manchester City.
Sejumlah pemain yang pernah tampil di ajang ini kini menjadi pemain-pemain ternama seperti Lamine Yamal, Takefusa Kubo, Gavi, Ansu Fati, hingga Xavi Simons.
Baca juga: Indonesia runner-up Kejuaraan Sepak Bola Cerebral Palsy Asia Oceania
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































