Arab Saudi dorong penguatan filantropi sebagai pilar ekonomi Islam

1 week ago 8

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Pembina AlBaraka Forum for Islamic Economy Abdullah Saleh Kamel menegaskan bahwa Arab Saudi mendorong penguatan sektor kebajikan dan filantropi sebagai pilar utama dalam sistem ekonomi Islam, sekaligus sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

“Pembangunan yang sejati dan berimbang tidak dapat tercapai jika sektor kebajikan dan filantropi hanya dipandang sebagai kegiatan tambahan. Filantropi harus menjadi pilar utama dalam sistem ekonomi Islam,” ujar Abdullah Saleh Kamel dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Simposium Ekonomi Islam AlBaraka ke-46 di Universitas Prince Mugrin, Madinah yang berlangsung pada 9-11 Februari 2026.

Simposium bertajuk “The Righteousness and Benevolence in Islamic Economy: The Future Forward” ini digelar di bawah naungan Yang Mulia Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz, Gubernur Wilayah Madinah.

Abdullah menambahkan bahwa pemilihan tema simposium tahun ini mencerminkan visi strategis untuk masa depan ekonomi Islam.

Ia menekankan bahwa Madinah memiliki makna historis karena menjadi saksi awal praktik ekonomi Islam, ketika konsep wakaf, infak, dan kebajikan ditetapkan sebagai nilai ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menuturkan bahwa selama beberapa dekade terakhir, Simposium AlBaraka berperan penting dalam pengembangan instrumen ekonomi Islam modern, terutama perbankan syariah.

Namun, menurut Abdullah, fase berikutnya membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi.

“Ke depan, kita perlu mengembangkan jalur terpadu yang mencakup ekonomi kebajikan, penguatan peran modal, serta peneguhan etika dan nilai sebagai fondasi sistem ekonomi Islam,” ujar dia.

Ia menambahkan bahwa jalur-jalur ini akan menjadi dasar pembentukan masa depan ekonomi Islam, seiring dengan pengembangan instrumen seperti sukuk, asuransi takaful, dan pemanfaatan teknologi keuangan modern untuk meningkatkan dampak serta keberlanjutan.

Selain itu, Abdullah menekankan pentingnya pemberdayaan sektor nirlaba.

Menurutnya, pengalaman Arab Saudi dalam memberdayakan sektor ini dapat menjadi sebuah model nasional yang inspiratif dan berpotensi direplikasi secara global dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperluas dampak sosial yang ditimbulkan.

Simposium juga menghadirkan Mufti Agung Republik Tunisia Sheikh Hisham bin Mahmoud, yang menyampaikan bahwa penyelenggaraan simposium di Madinah mencerminkan nilai kebajikan, kepedulian, dan solidaritas sosial yang menjadi dasar risalah Islam.

Ia menekankan kerja sama historis antara kaum Muhajirin dan Ansar sebagai teladan aksi kemanusiaan dan ekonomi dalam Islam, sekaligus memuji peran Arab Saudi di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam mendukung inisiatif amal pembangunan.

Pada acara tersebut juga ditayangkan video berjudul “The Economy of Righteousness and Benevolence: Giving That Creates Lasting Impact”, yang menelusuri akar historis ekonomi kedermawanan dalam Islam, dari wakaf pertama di Madinah hingga transformasi sektor nirlaba menjadi penggerak pembangunan modern.

Video ini menyoroti upaya Arab Saudi memberdayakan sektor nirlaba dalam kerangka Visi Saudi 2030, sehingga menjadi kekuatan efektif dalam mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial.

Selain itu, Pangeran Salman menyaksikan penandatanganan tiga nota kesepahaman antara AlBaraka Forum for Islamic Economy dan sejumlah universitas, yakni Universitas Islam Madinah, INCEIF University, dan Universitas King Abdulaziz melalui Institute of Islamic Economics.

Nota kesepahaman ini bertujuan memperkuat kolaborasi riset, integrasi kelembagaan, serta pengembangan sumber daya akademik, sekaligus mendukung program-program pembangunan manusia yang selaras dengan prinsip ekonomi Islam.

Simposium ini menegaskan bahwa Arab Saudi tidak hanya mendorong perkembangan ekonomi syariah melalui sektor keuangan, tetapi juga menempatkan filantropi sebagai arus utama dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Baca juga: Kadin: Ekonomi syariah berpeluang dukung target pertumbuhan 8 persen

Baca juga: BPKH Limited teken MoU pengembangan ekonomi haji bersama Saudi Railway

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |