Apa bedanya thai tea dan milk tea? Ini 5 perbedaannya

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Thai tea dan milk tea menjadi pilihan minuman yang cukup populer di kalangan Gen Z. Berdasarkan survei Jakpat bertajuk Thai Tea Consumption & Top Brand, keduanya menempati posisi teratas dalam daftar pilihan minuman responden. Survei tersebut melibatkan 300 responden yang mengonsumsi produk freshly brewed Thai tea dalam tiga bulan terakhir pada 14-21 Juli 2026.

Meski sama-sama memadukan teh dan susu, Thai tea dan milk tea ternyata memiliki karakter yang berbeda. Lantas, apa saja perbedaan keduanya? Simak penjelasannya berikut ini, dirangkum dari sejumlah sumber

Baca juga: MOMOYO Catat 1.000 Pesanan Roasted Oolong Milk Tea pada Hari Pertama

1. Asal dan jenis teh yang digunakan

Perbedaan pertama terletak pada asal dan jenis teh yang digunakan. Milk tea bukan nama minuman yang merujuk pada satu negara tertentu. Minuman ini dapat ditemukan dalam berbagai wilayah dengan resep yang berbeda-beda. Jenis teh yang digunakan pun cukup beragam, termasuk teh hitam seperti assam, earl grey, dan ceylon.

Berbeda dengan milk tea, Thai tea memiliki identitas yang lebih spesifik karena berasal dari Thailand. Minuman yang dikenal sebagai cha yen untuk versi dinginnya ini umumnya dibuat menggunakan campuran teh hitam khas Thailand. Teh tersebut dapat dipadukan dengan sejumlah rempah yang memberikan aroma dan cita rasa tersendiri.

3. Warna dan tampilan

Warna menjadi salah satu cara termudah untuk membedakan milk tea dan Thai tea. Milk tea umumnya memiliki warna cokelat muda, krem, atau beige, tergantung pada jenis teh serta perbandingan susu yang digunakan.

Sementara itu, dilansir dari Healthline, Thai tea memiliki warna khas jingga hingga oranye kemerahan. Warna tersebut berasal dari campuran teh hitam dengan rempah, seperti adas bintang, kapulaga, dan biji asam jawa, serta penggunaan pewarna makanan merah. Tampilan warnanya yang lebih mencolok membuat Thai tea mudah dikenali.

Baca juga: Chatime kolaborasi dengan Sasa hadirkan "milk tea"rasa pedas

2. Bahan dan jenis susu

Komposisi milk tea cenderung lebih fleksibel. Selain teh, minuman ini dapat dibuat menggunakan berbagai jenis susu, seperti susu cair, fresh milk, susu bubuk, atau non-dairy creamer. Perbandingan antara teh dan susu juga dapat disesuaikan sehingga rasa akhirnya berbeda pada setiap sajian.

Sementara itu, Thai tea umumnya menggunakan susu kental manis, susu evaporasi, atau percampuran keduanya. Penambahan bahan tersebut membuat tekstur Thai tea terasa lebih kental dan menghasilkan sensasi creamy yang khas.

4. Rasa dan aroma

Dari segi rasa, milk tea umumnya terasa lebih lembut dengan perpaduan rasa teh, susu, dan rasa manis. Karakternya dapat berubah sesuai jenis teh dan susu yang digunakan. Pada minuman yang ditambahkan topping, rasa dan teksturnya juga semakin beragam.

Thai tea menawarkan cita rasa yang lebih kompleks. Penggunaan teh hitam dan rempah dapat menghasilkan aroma yang khas dengan rasa yang pekat dan sedikit rempah. Ketika dicampur susu serta gula, rasanya menjadi manis, pekat, dan creamy.

5. Penyajian dan topping

Milk tea dapat dinikmati dalam kondisi panas ataupun dingin. Di Indonesia, minuman ini cukup populer dalam bentuk bubble tea dan sering disajikan bersama topping seperti boba, jelly, atau pudding.

Sementara itu, Thai tea lebih sering disajikan dingin dengan tambahan es batu dan susu. Meski begitu, tersedia pula versi panasnya. Tidak seperti milk tea yang identik dengan berbagai topping, Thai tea biasanya lebih menonjolkan perpaduan teh, susu, gula, dan rempah sebagai karakter utamanya.

Baca juga: Thai tea kini menjadi minuman kalangan remaja

Baca juga: 7 rekomendasi milk tea di Indonesia, cek harga dan menunya

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |