Kota Bengkulu (ANTARA) - PT Angkasa Pura (AP) II Kantor Cabang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu menyebutkan operasi penerbangan Garuda Indonesia di bandara itu telah berhenti.
Selama ini maskapai itu beroperasi melakukan penerbangan dari Jakarta ke Bengkulu maupun sebaliknya.
"Memang benar penerbangan (Garuda Indonesia) berhenti beroperasi dan kemarin tanggal 28 Maret 2026 adalah 'last flight'-nya," kata General Manager Angkasa Pura Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Muhammad Haekal di Kota Bengkulu, Minggu.
Untuk alasan resmi penghentian penerbangan maskapai tersebut di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, dirinya tidak mengetahuinya.
"Untuk resminya silakan tanyakan langsung ke pihak maskapai nya," ujar dia.
Baca juga: AP II: Tiket pesawat Jakarta ke Bengkulu hingga 30 Maret habis terjual
Baca juga: Wings Air buka sejumlah rute baru dari Bandara Fatmawati Bengkulu
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mendatangi Kantor Pusat Garuda Indonesia di Garuda Sentra Operasi (GSO) Tangerang, Banten, guna membahas keberlanjutan layanan penerbangan maskapai nasional tersebut di Provinsi Bengkulu.
Direktur Teknik Garuda Indonesia Mukhtaris menjelaskan bahwa kendala operasional penerbangan di Bengkulu murni disebabkan faktor bisnis, terutama belum tercapainya target jumlah penumpang.
"Salah satu alasannya adalah tingkat keterisian penumpang pada rute Bengkulu yang masih rendah sehingga berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan bagi perusahaan," sebutnya.
Manajemen Garuda Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Pihak maskapai menegaskan tetap membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah demi menjaga keberlangsungan layanan penerbangan yang optimal.
Baca juga: AP: Tiket pesawat Bengkulu ke Jakarta hingga 22 April habis terjual
Baca juga: Pemprov Bengkulu-Angkasa Pura II membangun ikonik Bunga Rafflesia
Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































