Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan negaranya akan tetap melarang warga negara Israel memasuki Malaysia meskipun kebijakan tersebut dikritik oleh sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat (AS).
"Kami tidak akan mengizinkan satu pun warga negara Israel menginjakkan kaki di Malaysia," tegas Anwar Ibrahim dalam kegiatan di Negeri Sembilan, Malaysia, Rabu.
Anwar mengatakan sejumlah anggota Kongres AS menilai kebijakan Malaysia melarang warga Israel memasuki negara itu bertentangan dengan hukum internasional dan tidak menghormati hak-hak bangsa lain.
Anwar menilai kritikan tersebut adalah tidak masuk akal, karena kebijakan Malaysia itu sudah berjalan selama beberapa dekade.
"Kami menentang kehadiran warga negara Israel mana pun, bukan orang Yahudi, tetapi warga negara Israel, karena mereka merupakan bagian dan terlibat dalam pembunuhan, kejahatan, serta penindasan dan kolonisasi yang terus berlangsung terhadap Palestina dan Gaza," tegasnya.
Anwar menyampaikan beberapa negara mungkin memilih untuk diam atas kekejaman terhadap rakyat Palestina, tetapi Malaysia sebagai negara merdeka menjalankan hak untuk menghormati kemanusiaan.
Laporan media di Malaysia menyatakan sedikitnya ada delapan anggota kongres AS yang mengkritik kebijakan Malaysia. Mereka mendesak pemerintah AS untuk meninjau kembali hubungan kerja sama AS dengan Malaysia.
Baca juga: Malaysia waspadai keamanan negara di tengah situasi Timur Tengah
Baca juga: PM Malaysia-Presiden Iran bicara via telepon, bahas perdamaian
Baca juga: Anwar Ibrahim, Prabowo bahas konflik Iran-Israel via telepon
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































