Semarang (ANTARA) - Anggota MPR RI Samuel Wattimena mengajak kalangan seniman untuk memanfaatkan teknologi digital secara masif sebagai sarana berpromosi.
"Saya coba bertukar pikiran, coba memberikan wawasan dan gagasan bahwa bentuk pagelaran kesenian tidak harus selalu seperti yang mereka kenal selama ini," katanya, di Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin malam.
Hal tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Kantor Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Di tengah kondisi Indonesia sekarang ini, kata dia, siapapun, termasuk pelaku seni tidak bisa hanya mengandalkan ruang fisik untuk berkembang, seperti berkesenian atau manggung.
"Yang berada di panggung khusus, ada penonton-penonton khusus. Kita sekarang sudah masuk ke era teknologi, ke era digital dan ini sebetulnya sebuah peluang yang lebih besar lagi untuk memperkenalkan kesenian Jawa," katanya.
Samuel yang juga anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu mengingatkan masyarakat untuk siap beradaptasi, bahkan berani memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
"Kalau masyarakatnya enggak siap, masyarakatnya mindset-nya masih seperti yang lalu-lalu, ini yang menurut saya boleh dibantu, boleh dibongkar untuk melihat bahwa ada peluang-peluang teknologi," katanya.
Baca juga: Samuel Wattimena ajak seniman hadirkan karya bermakna
Menurut dia, keberadaan media sosial merupakan sebuah peluang untuk lebih menggaungkan dan memperkenalkan keberadaan pelaku seni, baik komunitas maupun seniman.
"Apa sih yang mau dikomunikasikan melalui gaya penampilannya? Melalui tariannya? Melalui tembang mocopatnya? Melalui sindennya? Melalui pranotocoronya," kata dia.
Berkaitan dengan kegiatan tersebut, ia yakin jika para seniman selama ini telah menjalankan nilai empat pilar MPR RI pada perilaku dan hasil berkeseniannya.
Namun, kata dia, sosialisasi tersebut tetap penting untuk membumikan empat pilar MPR RI agar bisa menjadi bagian dari roh masyarakat dalam menjalani kehidupannya dan kehidupan bernegara.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kesenian Kecamatan (LKK) Bawen Aris Enjang Wiyarno akan menggiatkan promosi dengan memanfaatkan teknologi digital, yakni melalui media sosial.
"Untuk promosi, kami tentunya akan kerja keras, dan intinya akan ke medsos juga. Kami ada beberapa tempat untuk berekspresi kesenian, contoh di Bukit Cinta, Gedong Songo, dan di Benteng juga," katanya.
Di bawah naungan LKK Bawen, kata dia, terdapat setidaknya 40 pelaku kesenian yang berasal dari tujuh desa dan dua kelurahan.
Baca juga: Samuel Wattimena ajak pemda beri ruang bagi seniman muda
Pada kesempatan itu, Samuel juga menyerahkan bantuan untuk pembinaan sebesar Rp15 juta untuk tiga komunitas, yakni LKK Bawen, Tosan Aji Kendalisodo Bawen, dan Permadani (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) Bawen.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































