Anggota DPR berikan suara tolak Tarif Trump atas barang dari Kanada

1 week ago 9

Washington (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikendalikan oleh Partai Republik pada Rabu (11/2) memutuskan untuk menolak tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump terhadap Kanada.

Pemungutan suara anggota parlemen menghasilkan perolehan suara 219 mendukung berbanding 211 menolak sebuah resolusi yang bertujuan mengakhiri pemberlakuan tarif hukuman terhadap barang-barang dari Kanada dengan dalih kedaruratan nasional, sebut laporan media setempat.

Meskipun pemungutan suara tersebut sebagian besar bersifat simbolis karena resolusi itu masih harus disetujui oleh Senat AS dan kemudian oleh Trump sendiri, perkembangan ini menunjukkan bahwa para anggota parlemen berada di antara pilihan untuk "menurunkan biaya hidup bagi warga Amerika" atau "mempertahankan harga tetap tinggi demi loyalitas kepada satu orang -- Donald J. Trump," ujar Perwakilan Partai Demokrat Gregory Meeks, yang menyusun resolusi tersebut.

Selama proses pemungutan suara di DPR, Trump mengancam melalui media sosialnya: "Setiap anggota Partai Republik, di DPR atau di Senat, yang memberikan suara menentang TARIF akan benar-benar menanggung konsekuensinya saat Pemilu."

"TARIF telah memberi kita Keamanan Ekonomi dan Nasional, dan tidak ada anggota Partai Republik yang seharusnya bertanggung jawab menghancurkan hak istimewa ini," kata Trump.

Ketua DPR AS Mike Johnson pada Selasa (10/2) berupaya menghalangi pemungutan suara tersebut dengan menyerukan kepada para anggota parlemen untuk menunggu keputusan Mahkamah Agung mengenai legalitas tarif Trump, tetapi upaya itu gagal.

Sejak memulai masa jabatan keduanya sebagai presiden AS pada Januari 2025, Trump telah memberlakukan serangkaian tarif terhadap Kanada. Resolusi yang diajukan oleh Meeks bertujuan untuk mengakhiri kedaruratan nasional yang diumumkan Trump setahun lalu melalui sebuah perintah eksekutif.

Pemerintahan Trump mengeklaim bahwa arus obat-obatan terlarang dari Kanada menimbulkan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa terhadap AS, sehingga memungkinkan presiden untuk memberlakukan tarif terhadap barang-barang yang tidak memenuhi syarat perlakuan tarif preferensial berdasarkan Perjanjian AS-Meksiko-Kanada.

Sebelumnya pada Rabu, Bloomberg News melaporkan bahwa Trump sedang mempertimbangkan untuk keluar dari pakta perdagangan Amerika Utara tersebut, dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini.

Trump sendirilah yang merundingkan pakta perdagangan yang melibatkan AS, Kanada, dan Meksiko tersebut pada masa jabatan pertamanya.

Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |