Analis: Livin' by Mandiri alami pertumbuhan pengguna tercepat

5 hours ago 3
Hal ini mendongkrak Fee-Based Income secara signifikan. Di sisi lain, digitalisasi yang sukses memungkinkan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) menekan Cost to Income Ratio (CIR), sehingga efisiensi operasional kini mulai membayangi BBCA,

Jakarta (ANTARA) - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama menilai keberhasilan Super App "Livin' by Mandiri" (Livin') telah menjadi salah satu aplikasi keuangan dengan pertumbuhan pengguna tercepat.

"Hal ini mendongkrak Fee-Based Income secara signifikan. Di sisi lain, digitalisasi yang sukses memungkinkan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) menekan Cost to Income Ratio (CIR), sehingga efisiensi operasional kini mulai membayangi BBCA," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Selain itu, BMRI juga memiliki keuntungan secara ekosistem BUMN dan Danantara, tambahnya, konsolidasi aset negara melalui Danantara akan membutuhkan layanan perbankan korporasi yang kompleks, sindikasi kredit, hingga manajemen kas berskala besar, dimana seluruh layanan itu merupakan spesialisasi utama BMRI.

"Prospek pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hilirisasi sektor industri dan energi termasuk energi baru dan terbarukan diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan pembiayaan besar dan kredit korporasi, yang bisa jadi peluang besar bagi BMRI sebagai bank besar dan memiliki kapabilitas," ujarnya.

Baca juga: Bank Mandiri terbitkan global bond di tengah situasi yang menantang

Menurut Nafan, BMRI memiliki keunggulan dari sisi dividen ditambah dengan potensi return total yang menarik, dengan demikian bagi investor yang
mencari imbal hasil (income dan capital gain), BMRI tetap menarik. Adapun, dividen yield-nya diperkirakan mencapai 8,80 persen.

Sementara itu, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menerangkan, secara keseluruhan hingga Februari 2026 volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dengan total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun, atau tumbuh sekitar 28% secara tahunan (YoY).

Peningkatan ini didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian produk dan layanan digital, hingga transfer dana antar individu maupun pelaku usaha.

Selain itu, meningkatnya penggunaan transaksi pembayaran diberbagai merchant dan pelaku usaha, termasuk UMKM, juga turut memperkuat peran layanan digital Bank Mandiri dalam mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta memperluas akses transaksi yang lebih praktis, cepat, dan inklusif.

Baca juga: Bank Mandiri hadirkan "call center" bebas pulsa lewat Livin' Call

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital tersebut, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang berasal dari berbagai layanan pembayaran, transfer, serta transaksi digital lainnya.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan berbasis komisi dari berbagai platform digital Bank Mandiri, termasuk Livin' by Mandiri sebesar Rp625 miliar yang meningkat 45,3 persen secara tahunan.

Kemudian, platform wholesale Kopra by Mandiri sebesar Rp421 miliar yang tumbuh 29,3 persen YoY, seiring dengan semakin tingginya volume transaksi nasabah di kanal digital perseroan.

Baca juga: Bank Mandiri salurkan KUR Rp7,35 T ke 59.327 UMKM hingga Februari

Pewarta: Subagyo
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |