Tangerang (ANTARA) - Anak perusahaan Garuda Indonesia, yakni PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) berhasil menempatkan tenaga kerja profesional Indonesia di berbagai negara khususnya di sektor aviasi dan industri pendukung lainnya.
"Penempatan tersebut mencakup berbagai posisi strategis seperti teknisi pesawat, cabin technician, aircraft maintenance engineer, hingga tenaga operasional ground handling," kata Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) Cornelis Radjawane di Tangerang, Kamis
GDPS menyediakan layanan manpower supply, outsourcing management, serta solusi tenaga kerja profesional khususnya di sektor aviasi dan industri pendukung lainnya.
Cornelis menambahkan, beberapa negara yang menjadi lokasi penempatan tenaga kerja diantaranya Uni Emirat Arab, Papua Nugini, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga India.
Baca juga: Kadin-TUV Rheinland targetkan tempatkan PMI profesional 800 ribu/tahun
Selain itu, pihaknya terus mendorong penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten hingga mampu bersaing dan menembus pasar internasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ekspansi global sekaligus mendukung target pendapatan sekitar Rp500 miliar pada 2026.
“GDPS berkomitmen menghadirkan tenaga kerja lokal yang tidak hanya terserap di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam meningkatkan kualitas SDM nasional sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat Indonesia,” ujar Cornelis.
Seiring ekspansi tersebut, GDPS mencatat pertumbuhan jumlah tenaga kerja yang signifikan. Hingga 2025, perusahaan mengelola lebih dari 6.900 tenaga kerja yang tersebar di 93 kota dengan total 139 proyek aktif. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan manpower sebesar 44 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Proyek panas bumi telah serap 5.200 tenaga kerja profesional
Cornelis menambahkan, keberhasilan penetrasi pasar internasional didukung oleh penguatan pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan tenaga kerja yang disediakan perusahaan.
“Standar kompetensi global menjadi kunci utama dalam ekspansi internasional. Kami memastikan seluruh tenaga kerja yang ditempatkan memiliki keahlian, sertifikasi, serta kesiapan kerja sesuai kebutuhan industri global,” ujarnya.
Selain pengembangan SDM, GDPS juga menunjukkan kinerja bisnis yang terus bertumbuh. Perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp323,4 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp397,1 miliar pada 2024, dan mencapai Rp494,9 miliar pada 2025. Pada 2026, GDPS menargetkan pendapatan dapat melampaui Rp500 miliar melalui penguatan operational excellence serta ekspansi pasar global.
GDPS juga terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai perusahaan nasional dan internasional. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Aneka Petroindo Raya dalam penyediaan lebih dari 700 tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia serta pengembangan layanan outsourcing manajemen di sektor kebandarudaraan.
Baca juga: Kemnaker perkuat layanan perizinan TKA dan K3 yang profesional
Ke depan, GDPS berkomitmen untuk terus memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di industri global.
“Kami ingin menjadi perusahaan yang tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam menciptakan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global,” katanya.
Baca juga: GDPS - PNG Air kerja sama terkait pengiriman tenaga kerja profesional
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































