Aktivis desak warga setop gunakan air tanah cegah Jakarta "tenggelam"

4 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah aktivis dari berbagai komunitas mendesak agar masyarakat ibu kota menghentikan penggunaan air tanah sebagai upaya mencegah terjadinya penurunan permukaan tanah semakin dalam yang mengakibatkan "tenggelamnya" Jakarta.

“Fenomena penurunan muka tanah di Jakarta kini berada pada level yang mengkhawatirkan. Penggunaan air tanah secara masif, terutama oleh gedung-gedung bertingkat, dituding menjadi faktor utama yang mempercepat potensi Jakarta "tenggelam",” kata Ketua Komunitas Warga Jaga Jakarta, Anwar Sjani, di Jakarta, Jumat.

Ia menyoroti masih banyak gedung bertingkat, hotel, dan apartemen di Jakarta yang diam-diam masih mengeksploitasi air tanah demi menekan biaya operasional.

Menurut Anwar, banyak gedung tinggi sudah mendapatkan akses air perpipaan, namun praktiknya masih menggunakan air tanah.

“Ini sangat mempengaruhi debit air yang akhirnya membuat permukaan tanah menurun," kata dia.

Ia mendesak pemerintah tidak hanya mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan Air pada Bangunan Gedung, tetapi juga memberi sanksi tegas bagi pengelola gedung.

“Tetapi berani memberikan sanksi tegas hingga penyegelan gedung bagi yang melanggar,” kata dia.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Jakarta, Sumitro, menyatakan kualitas air tanah Jakarta tidak layak konsumsi. Hampir 95 persen air tanah di wilayah Jakarta, khususnya Jakarta Utara dan Barat, sudah tidak layak dikonsumsi meski telah dimasak.

Ia meminta kesadaran masyarakat akan air tanah di Jakarta yang sudah tercemar dan menekankan untuk tidak mengorbankan kesehatan jangka panjang karena alasan penghematan semata.

“Kami menyarankan agar pemerintah membentuk Satgas khusus untuk mengaudit penggunaan air di tempat komersil dan perusahaan air minum untuk memastikan tidak ada eksploitasi illegal,” katanya.

Sebelumnya, PAM Jaya menargetkan seluruh wilayah di DKI Jakarta mendapatkan akses layanan air bersih 100 persen pada 2029 sehingga perlu dilakukan percepatan dalam merealisasikan proyek itu.

“Percepatan layanan air perpipaan menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan lingkungan dan kebutuhan masyarakat Jakarta,” kata Direktur Strategis & Bisnis PAM JAYA, Anugrah Esa di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan target PAM Jaya adalah memastikan seluruh warga Jakarta mendapatkan akses air perpipaan yang layak pada 2029,”

Percepatan ini, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs) atau program pembangunan berkelanjutan khususnya akses air bersih dan sanitasi.

Selain itu, penggunaan air perpipaan diharapkan mampu menekan eksploitasi air tanah yang selama ini menjadi penyebab utama penurunan muka tanah di Jakarta.

Ia menjelaskan untuk mencapai target 2029, PAM Jaya menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain memperluas cakupan layanan hingga menjangkau seluruh wilayah Jakarta. Kemudian menambah sekitar dua juta pelanggan baru dan melakukan revitalisasi jaringan pipa secara bertahap.

Baca juga: Bappenas soroti sejumlah daerah berpotensi hadapi krisis air

Baca juga: PAM Jaya dorong inovasi ciptakan air dari udara dan kurangi plastik

Baca juga: Cakupan PAM Jaya sudah 80 persen, zona bebas air tanah perlu diperluas

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |