AirAsia sebut Indonesia jadi pasar andalan di rute internasional

1 week ago 7
Saya rasa Indonesia jadi salah satu pasar paling menantang bagi kami secara domestik, tapi salah satu pasar terbaik kami secara internasional

Manama, Bahrain (ANTARA) - AirAsia menilai Indonesia sebagai pasar (market) terbaik di rute internasional dengan prospek besar di tengah ketatnya persaingan maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) di Asia Tenggara.

Meski mengakui kompetisi domestik masih berat, manajemen optimistis momentum pemulihan pascapandemi COVID-19 membuka peluang pertumbuhan baru bagi perusahaan.

“Saya rasa Indonesia jadi salah satu pasar paling menantang bagi kami secara domestik, tapi salah satu pasar terbaik kami secara internasional. Jadi, kami mungkin (maskapai) nomor satu di pasar internasional, tetapi nomor empat atau lima di pasar domestik (Indonesia),” kata CEO Capital A sekaligus penasihat AirAsia X (AAX) Tony Fernandes kepada ANTARA di Manama, Bahrain, Rabu.

Menurut dia, AirAsia tidak semata-mata berkompetisi secara tarif dengan maskapai lain, melainkan berupaya membangun proposisi layanan dengan karakter berbeda dan menyasar segmen penumpang tertentu.

“Kami menciptakan produk yang berbeda. Ada segmen penumpang yang menyukai produk kami,” ujarnya.

Di sisi operasional, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala ekspansi dalam beberapa tahun terakhir.

Tony menjelaskan, saat ini AirAsia Indonesia mengoperasikan sekitar 28 pesawat dan menargetkan ekspansi hingga 50 pesawat dalam waktu dekat untuk memperkuat kapasitas dan daya saing.

Ia mengakui keterbatasan arus kas selama pandemi sempat menghambat proses perbaikan armada. Namun, seluruh pesawat ditargetkan sudah kembali beroperasi penuh pada bulan Maret mendatang.

Ke depan, lanjut Tony, strategi pertumbuhan AirAsia tidak akan hanya berfokus pada rute-rute 'gemuk' yang sudah padat pemain. Maskapai justru membidik wilayah yang dinilai masih kurang terlayani (underserved), sekaligus memperkuat rute destinasi wisata unggulan.

"Kami melirik wilayah-wilayah tertentu yang masih kurang terlayani seperti Sulawesi, namun kami juga ingin membangun lebih banyak rute internasional ke tempat-tempat seperti Labuan Bajo dan Lombok. Ambon, misalnya, punya potensi yang sangat besar. Kami telah mengembangkan rute ke Toba dan Silangit,” kata pria yang juga merupakan Co-Founder AirAsia tersebut.

Selain itu, AirAsia juga sedang mengembangkan konsep konektivitas “pulau ke pulau” yang menghubungkan destinasi pantai populer di kawasan Asia Tenggara. Salah satu rute yang segera dibuka adalah Bali-Da Nang, Vietnam yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Maret 2026.

“Kami ingin menghubungkan banyak pulau, seperti Bali dan Phuket. Membangun jaringan antar destinasi pantai,” ujarnya.

Dengan pemulihan armada dan strategi ekspansi baru, Perusahaan berharap dapat memperkuat kembali posisinya di pasar domestik maupun internasional Indonesia.

Adapun ekspansi global AirAsia X dengan menjadikan Bahrain sebagai hub strategis baru turut dinilai akan membawa dampak positif bagi Indonesia.

Pengembangan hub Timur Tengah tersebut menargetkan jaringan jarak jauh yang lebih terintegrasi, menghubungkan Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Afrika.

Tony memandang peningkatan konektivitas global akan berbanding lurus dengan pertumbuhan kerja sama ekonomi.

Ia mencontohkan pembukaan rute Kuala Lumpur-Bandung yang mendorong peningkatan perdagangan dan aktivitas ekonomi. Hal serupa diyakini akan terjadi apabila konektivitas Indonesia diperluas ke Afrika maupun Eropa melalui jaringan baru AirAsia.

"Contohnya rute Kuala Lumpur-Bandung, hanya dengan membuka rute di sana, aktivitas belanja meningkat pesat, frekuensi penerbangan bertambah, dan perdagangan pun melonjak. Jadi, jika kami menambah lebih banyak penerbangan ke Afrika, hal itu pasti akan mendorong perdagangan antara ASEAN dan Afrika. Begitu pula saat kami membuka rute ke Kazakhstan, Hungaria, hingga Republik Ceko, volume bisnis pasti akan tumbuh. Itulah manfaat nyata dari sebuah konektivitas," tambahnya.

Baca juga: AirAsia X buka rute baru Kuala Lumpur-London via Bahrain

Baca juga: AirAsia X tetapkan Bahrain sebagai hub strategis Timur Tengah

Baca juga: Bandara Mutiara Palu segera layani penerbangan rute baru AirAsia

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |