AHY: RTHB jadi solusi perkuat mitigasi bencana

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pengembangan ruang terbuka hijau dan biru (RTHB) menjadi solusi penting untuk memperkuat mitigasi bencana, khususnya di kawasan menghadapi tekanan urbanisasi dan perubahan iklim.

"Intinya ini adalah gerakan menyeluruh di semua daerah dari Aceh hingga Papua," katanya seusai pencanangan Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB) di Tebet Eco Park, Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan Galang RTHB tidak hanya menyasar kota, tetapi juga kabupaten.

Namun, perhatian utama diarahkan ke kawasan perkotaan seiring tren urbanisasi yang terus meningkat.

Menurut AHY, secara global maupun nasional diproyeksikan sekitar 70 persen penduduk akan tinggal dan beraktivitas di wilayah perkotaan, sehingga kota harus disiapkan dengan daya dukung yang memadai.

"Oleh karena itu kita fokus pada kota-kota kita dan kita siapkan daya dukung kota yang juga tetap bisa menjamin kehidupan yang nyaman untuk semua," ujarnya.

AHY mengatakan Indonesia memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi, terutama bencana hidrometeorologi, sehingga penguatan RTHB diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi mitigasi.

"Kita tahu risiko bencana di Indonesia begitu tinggi. Oleh karena itu RTHB ini diharapkan juga menjadi lokasi yang bisa membantu menanggulangi atau memitigasi bencana alam," ucapnya.

Ia mencontohkan saat terjadi hujan ekstrem dengan debit air berlebih, ruang terbuka hijau dan biru dapat berfungsi sebagai area serapan dan tampungan air untuk mengurangi potensi banjir di kawasan perkotaan.

Selain fungsi mitigasi banjir, AHY menyebut keberadaan vegetasi di ruang terbuka hijau juga berkontribusi menekan polusi udara melalui penyerapan karbon oleh pepohonan.

"Ruang terbuka hijau ruang terbuka biru bisa menjadi solusi yang baik," ungkap dia.

AHY menambahkan pengembangan RTHB juga sejalan dengan mandat peraturan perundang-undangan yang mengatur pemenuhan ruang terbuka hijau dan biru sebesar 30 persen dari wilayah kota.

Ia menilai pemenuhan target tersebut penting untuk memastikan masyarakat memiliki ruang hidup yang sehat, produktif, dan kreatif, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah produksi emisi karbon yang terus berlangsung.

Menurut AHY, Galang RTHB merupakan gerakan nasional yang dilaksanakan secara kolaboratif lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait, dengan perhatian khusus pada daerah-daerah yang dinilai rentan terhadap bencana.

"Ini menjadi prioritas, terlebih lagi daerah-daerah yang saat ini begitu rentan terhadap bencana," tuturnya.

Baca juga: Menko IPK canangkan Galang RTHB guna perkuat kota berkelanjutan

Baca juga: Ada tiga RTH baru yang dibuka di Jakarta Barat selama 2025

Baca juga: Pram percepat DKI menuju kota hijau lewat “Jakarta Green Building”

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |