Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengusulkan anggaran sebesar Rp2,75 triliun kepada pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur rusak terdampak bencana alam yang melanda daerah itu pada akhir November 2025.
"Usulan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor. Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat," kata Bupati Agam Benni Warlis di Lubuk Basung, Agam, Sumbar, Kamis.
Anggaran tersebut direncanakan untuk perbaikan, peningkatan 166 ruas jalan, pembangunan 211 unit jembatan dan pembangunan 11 unit jembatan gantung yang tersebar di wilayah Agam.
"Pembangunan dan rehabilitasi ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya," katanya.
Di sektor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), ia mengatakan Pemkab Agam juga mengusulkan perbaikan daerah irigasi pada 281 titik dan 152 sungai.
Program tersebut difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi jaringan irigasi, sekaligus melakukan pengendalian dan normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir dan dampak kerusakan akibat bencana alam.
Selain itu, usulan anggaran juga diperuntukkan bagi peningkatan layanan dasar masyarakat, seperti perbaikan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baik perkotaan maupun perdesaan.
Pembangunan tangki septik skala perdesaan, rehabilitasi bangunan gedung, perbaikan drainase, hingga rehabilitasi jalan lingkungan.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan akses air minum layak, sanitasi sehat, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata dan nyaman.
"Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa mendatang," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































