Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa sebanyak 500 unit pusat produksi pupuk organik cair sudah terbangun di berbagai desa di Provinsi Lampung.
"Pembangunan disini tidak berhenti pada infrastruktur. Pemerintah Provinsi Lampung dengan mengusung Program Desaku Maju sebagai program unggulan berupaya terus melakukan penguatan ekonomi dari desa dan berbasis potensi lokal," ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan program tersebut mencakup pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta salah satunya yakni melakukan pengembangan pusat produksi pupuk organik cair di desa-desa.
"Sepanjang 2025 ini ada sebanyak 500 unit pusat produksi pupuk organik cair telah dibangun di desa-desa di Provinsi Lampung," katanya.
Dia menjelaskan Program Pupuk Organik Cair tersebut telah menjangkau lebih dari 190.000 orang petani, dan mampu mencakup lahan pertanian seluas 175.788 hektare, dengan dampak sosial yang dihasilkan bisa berdampak bagi 477.000 jiwa.
Baca juga: Dirut Bulog: Harga beras di Jakarta-Surabaya hingga Lampung stabil
"Selain itu adanya pengembangan pupuk organik cair ini juga bisa mengurangi ketergantungan pupuk kimia. Bahkan penggunaan pupuk kimia berhasil ditekan hingga 30 persen, selain itu ada peningkatan produktivitas pertanian sekitar 25 persen," ucap dia.
Ia melanjutkan Pemerintah Provinsi Lampung pun berupaya memperkuat program hilirisasi, yakni dengan membangun 34 unit bed dryer di 34 desa di wilayahnya.
"Dari setiap unit bed dryer tersebut mampu mengeringkan hingga 200 ton padi dan 300 ton singkong per bulan, sekaligus menekan kehilangan hasil panen hingga 7 persen. Ini memperlengkapi perluasan pemanfaatan pupuk organik cari untuk meningkatkan ekonomi di desa," tambahnya.
Menurut dia, program tersebut bertujuan membangkitkan cara berpikir inovatif masyarakat desa agar dapat mandiri dan berdaulat.
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































