Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 50 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur dikerahkan untuk memadamkan kebakaran dua rumah di Rawa Terate, Cakung, Kamis.
"Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan 50 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Objek yang terbakar dua rumah di Rawa Terate, Cakung," kata Kepala Seksi Operasional Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Abdul menyebut, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 14.00 WIB dari seorang warga bernama Andri. "Petugas menerima laporan pukul 14.00 WIB dan langsung mengerahkan unit pertama satu menit kemudian," ujarnya.
Unit pertama tiba dan langsung melakukan operasi pemadaman di Jalan Jambu, Kampung Petukangan, RT 12/RW 04, Kelurahan Rawa Terate, pada pukul 14.08 WIB.
Api dengan cepat berhasil dilokalisir dalam waktu relatif singkat, yakni pada pukul 14.15 WIB. Selanjutnya, proses pendinginan dilakukan mulai pukul 14.20 WIB guna mencegah munculnya titik api baru.
"Situasi saat ini sudah dalam tahap pendinginan," ucapnya.
Adapun Objek yang terbakar dua rumah tinggal dengan luas area sekitar 100 meter persegi. Meski kebakaran sempat membesar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Sebanyak delapan orang berhasil diselamatkan," kata Abdul.
Sementara itu, penyebab kebakaran diduga akibat suhu panas tinggi yang memicu munculnya api secara mendadak. Hingga kini, kerugian materiil masih dalam proses penghitungan.
Pengerahan puluhan personel ini menjadi bukti kesiapsiagaan Gulkarmat Jakarta Timur dalam menangani kebakaran secara cepat dan efektif, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
Baca juga: Kebakaran di Manggarai sebabkan satu orang terluka dan rugi Rp230 juta
Baca juga: Kebakaran lahap bangunan ruko di Kembangan Jakbar
Baca juga: Gulkarmat kerahkan 45 personel padamkan kebakaran rumah di Jakut
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































