Jakarta (ANTARA) - Marketing Director JIEXPO Ralph Sceunemann mengatakan sekitar 45 persen peserta pada ajang Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 dari sektor Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Jumlah peserta pameran mengalami peningkatan menjadi 2.800 peserta dan 1.800 stand," kata Ralph di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, dari peserta yang terdaftar komposisinya yaitu 55 persen sektor swasta dan 45 persen sektor UMKM. Dan peningkatan tersebut menjadi bukti tingginya animo para pelaku industri UMKM terhadap event Jakarta Fair Kemayoran dalam memasarkan produknya ke pameran dengan skala yang besar.
Ia mengatakan bahwa para peserta akan memamerkan berbagai produk unggulannya dari berbagai sektor industri pada pameran Jakarta Fair 2026.
Ia menjelaskan bahwa pameran tersebut akan menyajikan otomotif mobil dan sepeda motor, gadget, komputer, alat olahraga, fashion and garment, perlengkapan rumah tangga, furniture, barang-barang elektronik, kuliner, industri kreatif, kerajinan tangan, herbal dan medicine, perbankan, produk jasa, kosmetik, dan lain-lain.
"Komposisinya 45 persen sektor UMKM. Sedangkan 55 persen dari sektor swasta," ujarnya.
Ralph menambahkan bahwa para peserta berasal dari berbagai skala usaha, mulai dari perusahaan multinasional, usaha besar, menengah, dan kecil, BUMN, serta anjungan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dari berbagai penjuru tanah air.
Jakarta Fair Kemayoran tak hanya sekadar pameran multiproduk namun juga sudah menjadi destinasi wisata sekaligus berlibur bagi masyarakat.
"Beragam acara dan hiburan menarik turut akan disajikan kepada para pengunjung, seperti parade karnaval, wahana permainan anak, kontes Miss Jakarta Fair, Pesta Kembang Api, hingga panggung musik Jakarta Fair Music Concert," katanya.
Baca juga: Jakarta Fair 2026 siap digelar selama 32 hari
Baca juga: Resmi ditutup, Jakarta Fair Kemayoran 2025 dikunjungi 5,9 juta orang
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































