Sumbawa Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mencatat sebanyak 43.000 kepala keluarga (KK) telah memiliki kartu Sumbawa Barat Maju dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Dari sekitar 51.915 kepala keluarga di Sumbawa Barat, lebih dari 43.000 keluarga telah menerima manfaat program, baik dalam bentuk bantuan tunai maupun nontunai," kata Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmasnyah, di Sumbawa Barat, Minggu.
Puluhan ribu penerima program kartu Sumbawa Barat Maju tersebut di antaranya kartu maju pendidikan sebanyak 12.325 KK maju kesehatan 4.419 KK dan kartu maju tani ternak 11.904 KK.
Selain itu, untuk kartu maju perumahan 646 KK, maju sosial 17.054 KK, maju UMKM 925 KK, dan kartu maju perikanan 2.860 KK.
"Saya berharap seluruh masyarakat telah memegang kartu Sumbawa Barat Maju pada akhir April 2026 agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal," katanya.
Ia mengatakan Idul Fitri menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah dalam menjalankan amanah masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen bekerja maksimal untuk mewujudkan berbagai program pembangunan bagi masyarakat Sumbawa Barat.
"Program kartu Sumbawa Barat Maju layanan terintegrasi memudahkan masyarakat mengakses pelayanan dasar," katanya.
Baca juga: Bupati ajak ASN kampanyekan Program Kartu Sumbawa Barat Maju
Ia menekankan pentingnya kesiapan daerah menghadapi perubahan struktur ekonomi menjelang berakhirnya izin usaha pertambangan khusus Batu Hijau pada 2030.
Pemerintah daerah tetap optimistis karena Sumbawa Barat akan memasuki fase baru sebagai daerah pengelola dengan keberadaan smelter.
"Sehingga strategi pembangunan harus dipersiapkan secara matang," katanya.
Untuk memperkuat kemandirian ekonomi daerah, pemerintah terus mendorong diversifikasi sektor pembangunan.
Salah satunya melalui program kartu Sumbawa Barat Maju luar biasa yang mengembangkan pariwisata kerakyatan, didukung rencana operasional Bandara Poto Tano yang saat ini masih dalam proses koordinasi perizinan dengan Kementerian Perhubungan untuk perizinan bandara umum.
Di sektor ekonomi produktif, pemerintah daerah juga mengembangkan program agribisnis peternakan sapi berbasis peternakan intensif yang akan dilaksanakan di 12 lokasi pada tahun 2026.
Baca juga: Pemkab Sumbawa Barat bentuk koperasi syariah untuk perangi rentenir
"Sementara di bidang pertanian, program mandiri benih padi akan dikembangkan pada lahan seluas 100 hektare untuk memenuhi kebutuhan benih unggul lokal," katanya.
Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































