Meulaboh (ANTARA) - Sebanyak 1.800 siswa SMP dan SMA di Kabupaten Aceh Barat mengikuti pawai obor yang digelar oleh Pramuka Kwartir Cabang Aceh Barat di Meulaboh, dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026.
“Pawai obor ini sebagai tanda suka cita dan kesiapan kami dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 hijriah,” kata Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat Said Fadheil dalam keterangan diterima di Meulaboh, Minggu.
Menurutnya, cahaya obor yang menyala di tangan para anggota Pramuka tersebut tidak hanya menerangi jalan yang dilalui, tetapi juga menjadi simbol semangat, persatuan, dan cahaya keimanan yang harus terus di jaga dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pawai obor sambut Ramadhan di Medan galang dana untuk korban bencana
Wabup Said Fadheil mengatakan pawai ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, mempererat ukhuwah, serta menunjukkan bahwa generasi muda Aceh Barat siap menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh semangat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengajak masyarakat agar menjadikan kegiatan pawai obor ini sebagai ajang memperkuat karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sekaligus menghadirkan suasana yang tertib, aman, dan penuh kegembiraan di tengah masyarakat.
Baca juga: Pusat kota London sambut Ramadhan di tengah seruan persatuan
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga silaturahmi dan mempererat ukhuwah Islamiyah antar-sesama, sehingga ibadah yang akan laksanakan selama bulan suci Ramadhan senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT).
Pemkab Aceh Barat berterima kasih kepada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Aceh Barat yang terus aktif menghadirkan kegiatan positif, edukatif, dan bernilai keagamaan seperti ini.
“Mari kita sambut bulan suci Ramadhan dengan semangat keikhlasan, sehingga kita semua Insya Allah akan menjadi orang yang lebih bertakwa,” kata Wabup Aceh Barat Said Fadheil.
Baca juga: Sambut Ramadhan, 10.000 personel gabungan jaga Jakarta
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026


















































